Berita Banda Aceh

Majelis Pendidikan Aceh Fokus 14 Hal Penting dalam Pengembangan Pendidikan di Provinsi Aceh

"Harus kita sadari mutu pendidikan di Aceh belum begitu menggembirakan secara nasional.”

Penulis: Misran Asri | Editor: Ibrahim Aji
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Majelis Pendidikan Aceh, Prof Dr Ir Abdi A Wahab, MSc (tengah) dan anggota MPA, Dr Ismail, MSc (kiri), menjadi narasumber pada Serambi Podcast bersama Majelis Pendidikan Aceh dengan tema "Arah Pengembangan Pendidikan Aceh", di Radio Serambi FM, Sabtu (21/5/2022). Serambi Podcast tersebut dipandu Tieya Andalusia. 

"Harus kita sadari mutu pendidikan di Aceh belum begitu menggembirakan secara nasional.”

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Majelis Pendidikan Aceh (MPA) menekankan ada 14 fokus dan hal penting sebagai usaha dalam memperbaiki pendidikan di Aceh untuk lima tahun ke depan, 2023 sampai 2027.

Harapannya 14 fokus arah pengembangan pendidikan di Aceh tersebut dapat direaliasikan, sebagai wujud usaha, ikhtiar dalam memperbaiki pendidikan di Aceh.

Demikian disampaikan dua narasumber yang hadir di Serambi Podcast Bersama Majelis Pendidikan Aceh (MPA) yang disiarkan di Radio Serambi FM, Sabtu (21/5/2022).

Kedua narasumber dari MPA yang membahas tema: "Arah Pengembangan Pendidikan Aceh Tahun 2023-2027" itu, masing-masing Ketua Majelis Pendidikan Aceh, Prof Dr Ir Abdi A Wahab, MSc dan Anggota MPA, Dr Ismail, MSc sekaligus editor buku Arah Pengembangan Pendidikan Aceh Tahun 2023-2027.

Serambi Podcast tersebut dipandu Tieya Andalusia.

Baca juga: Mobil Listrik Akan Terjangkau pada 2026, Pemerintah Terus Gencarkan Elektrifikasi

Baca juga: Pertalite dan Premium Dilaporkan Langka di Gayo Lues

Prof Dr Ir Abdi A Wahab MSc dalam penjelasannya menerangkan mutu pendidikan selalu menjadi pertanyaan dan dipertanyakan.

"Harus kita sadari mutu pendidikan di Aceh belum begitu menggembirakan secara nasional.”

“Kemampuan dan kelulusan anak-anak kita masih berada di bawah dan data ini kita dapatkan dari lembaga resmi, misalnya untuk bidang sains teknologi berada di urutan 24 secara nasional," sebut Prof Abdi.

Pun demikian lanjut Ketua MPA itu, hal itu jangaj lantas menyurutkan semangat dan terus larut dalam kekecewaan.

Melainkan kerja keras dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan harus dilakukan dan itu tidak dibebankan pada satu lembaga saja, tapi semua lembaga harus terlibat.

"Bersama-sama harus bekerja keras dan berupaya memperbaikinya dan sinergi itu penting dilakukan," terangnya.

Baca juga: Catat! Enam Daerah Ini Akan Dilanda Hujan dan Berawan Selama 3 Hari Kedepan, Begini Prediksi BMKG

Baca juga: LOWONGAN KERJA! Disnakermobduk Aceh Kembali Buka Program Magang Batch II, Ini Jadwal Pendaftarannya

Prof Abdi pun menerangkan pihaknya di MPA hanya memberikan pandangan, pertimbangan, serta saran dan tidak berhak mencampuri masalah pendidikan, misalnya masalah anggaran, pembangunan dan lain sebagainya.

"Kami Berharap MPA berguna dalam pembangunan pendidikan di Aceh agar lebih baik," sebutnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved