Breaking News:

Alhamdulillah, Honor Petugas AdHoc Pemilu Naik 300 Persen

Dalam kesepakatan kenaikan honor petugas ad hoc itu, Syamsurizal menyebut sempat terjadi perdebatan terkait nominal honor yang akan diterima.

Serambinews.com
Partai politik peserta Pemilu 2019. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Syamsurizal, menyebut pemerintah dan DPR telah menyepakati soal penambahan kompensasi atau honor kepada para petugas AdHoc dalam pelaksanaan Pemilu 2024.

Adapun penambahan honor tersebut meningkat 3 kali lipat dari penyelenggaraan Pemilu sebelumnya.

"Total anggaran kita Rp76,6 triliun di dalam itu sudah termasuk dana putaran kedua Pilpres, dan termasuk juga dana untuk kita antisipasi terjadi Covid-19," kata Syamsurizal di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (23/5).

Rincian soal antisipasi Covid-19 tersebut misalnya mencakup soal penyiapan alat pelindung diri (APD)."Kemudian dari aspek tahun kita anggarkan 2022 ini tahapan dimulai 14 Juni (sebanyak) 10 persen dari Rp76,6 triliun itu, kemudian 31 persen di tahun 2023. Kemudian di 2024 kita habiskan semua 44 persen," katanya.

Dalam kesepakatan kenaikan honor petugas ad hoc itu, Syamsurizal menyebut sempat terjadi perdebatan terkait nominal honor yang akan diterima.

Baca juga: Konsultasi ke Psikiater, Apakah Bisa Menggunakan BPJS Kesehatan? Ini Aturannya

Baca juga: Pengurus IKMU Banda Aceh Dikukuhkan, Diketuai Ihsanuddin MZ, Ini Susunan Pengurusnya

Baca juga: Pengurus IKMU Banda Aceh Dikukuhkan, Diketuai Ihsanuddin MZ, Ini Susunan Pengurusnya

"Ada perdebatan pihak-pihak yang pertanyakan apa ini tidak kurang atau terlalu besar, tapi sudah kita sepakati angka itu kita tidak sebut, tapi 3 kali lipat dari pemilu biasanya/sebelumnya," ujar Syamsurizal

Menurutnya, penambahan honor tersebut wajat lantaran banyak faktor yang dipertimbangkan.

"Bicara inflasi saja misal dulu Rp500 ribu bisa beli apa sekarang enggak bisa. Jadi wajar kita baiknya 3 kali lipat. Jadi wajar semua fraksi sepakat," ujarnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebut Polri siap mengamankan jalannya Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024. Mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan pesta demokrasi yang digelar pada 2024 mendatang jauh lebih kompleks dibanding dengan Pemilu sebelumnya.

"Tentunya karena kita tahu bahwa Pemilu tahun 2024 ini jauh lebih kompleks, karena memang dari sisi penyelenggaraan yang serentak," kata Listyo.

Dalam Pemilu Serentak 2024, mulai dari Pemilihan Presiden (Pilpres), Pemilihan Gubernur (Pilgub) hingga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan digelar di tahun yang sama.

Baca juga: Jalan Nasional Kutacane-Galus Tertimbun Material Longsor, Satlantas Polres Agara Atur Lalu Lintas


Maka dari itu, orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia itu mengungkapkan persiapan pengamanan harus dilakukan secepat mungkin untuk meminimalisir adanya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Sehingga perlu persiapan pengamanan yang lebih awal, dan tentunya terkait dengan proses pengamanan baik dari mulai hal-hal yang bersifat administrasi sampai dengan hal-hal yang sifatnya pengamanan fisik di lapangan," ungkapnya.

"Mulai dari tahapan awal sampai dengan pelaksanaan rangkaian kamapnye, sampai dengan proses rekapitulasi dan tentunya proses tahapan pengamanan pada saat rekap di pusat.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved