Breaking News:

Berita Pidie Jaya

Polres Pijay Tangani Kasus Penganiayaan Warga Trienggadeng, Begini Kronologisnya

Kasus ini bermula dari percekcokan antara pelapor atas nama Dedy Saputra bin Muhammad dan terlapor atas nama Bakhtiar Johan.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Taufik Hidayat
Foto Kiriman Warga
Dedy Saputra selaku korban penganiayaan masih menjalani perawatan medis di RSU Pidie Jaya (Pijay) akibat pembekakan muka dan mata, Senin (23/5/2022) 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Jajaran Reskrim Polres Pidie Jaya Pijay) menangani Kasus Penganiayaan terhadap Dedy Saputra (22) warga Gampong Meu, Kecamatan Triengadeng yang dilakukan oleh pelaku Bakhtiar Johan (55) yang disebut-sebut selaku pejabat pada Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pidie, Senin (23/5/2022).

Kapolres Pijay, AKBP Musbagh Ni'am SAg SH MH melalui Kasat Reskrim, Iptu Dedy Miswar SSosI kepada Serambinews.com, Senin 23/5/2022) mengatakan,  pihaknya sejauh ini tetap menangani setiap adanya pengaduan masyarakat.

'Sejauh ini baru kami ketahui bahwa pihak korban, Dedy Saputra telah melaporkan secara resmi lewat surat tanda terima laporan polisi pada Minggu (22/5/2022),"sebut Kasat Reskrim Iptu Dedy Miswar SSosI.

Adapun ihwal laporan yang dilaporkan berupa peristiwa Pidana UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang penganiayaan KUHP pasal 351 dimana pada Sabtu (21/5/2022) malam sekira pukul 23.00 WIB di warung kopi Gampong Meu, Triengadeng terjadi percekcokan antara pelapor atas nama Dedy Saputra bin Muhammad dan terlapor atas nama Bakhtiar Johan.

Maka dalam waktu dekat pihaknya segera menangani kasus tersebut dengan memanggil kedua belah pihak guna dimintai keterangan. 'Hal ini juga sesuai dengan laporan Polisi Nomor: LP/B/35/V/22022/SPKT/POLRES PIDIE JAYA/POLDA ACEH,"jelasnya.

Sementara itu Abdullah (40) Warga Gampong Sagoe, Triengadeng  selaku pihak yang merawat korban kepada Serambinews.com, Senin (23/5/2022) mengatakan, hingga saat ini korban masih dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Pijay dengan mengalami luka.

“Yaitu memar pada bagian muka serta pembekalan pada mata," ujarnya.

Patut diketahui korban dengan status sosial anak yatim-piatu asal Dusun Seumantok Gampong AlueIe Itam, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur merantau ke Pijay sejak dua tahun terakhir. Sebelumnya sempat berakhir bekerja pada terlapor. Namun karena terjadi percekcokan atau adu mulut sehingga terjadi penganiayaan terhadap korban. “Kami berharap kasus ini dapat ditindaklanjuti dengan seadil-adilnya," ungkapnya.(*)

Baca juga: Insiden Tak Terpuji Saat Selebrasi Juara Liga Inggris, Fans The Citizens Serang Kiper Aston Villa

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved