Selasa, 2 Juni 2026

Berita Aceh Timur

Politeknik Pelayaran Malahayati Gelar Diklat untuk 400 Nelayan di Aceh Timur

Nelayan dibekali cara menggunakan alat keselamatan, cara menggunakan alat pemadam jika kapal terbakar, dan cara antisipasi jika hilang kontak di laut.

Tayang:
Penulis: Seni Hendri | Editor: Taufik Hidayat
Dok Humas
Politeknik Pelayaran Malahayati Gelar Diklat untuk 400 Nelayan di Aceh Timur. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM, IDI - Sedikitnya 400 nelayan Aceh Timur, mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang diselenggarakan Politeknik Pelayaran Malahayati, bekerjasama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kuala Langsa, Dinas Perhubungan Aceh Timur, dan para Panglima Laot di Aceh Timur yang diselenggarakan di Gedung Idi Sport Center,  Senin-Kamis (23-26/5/2022).

Kasubag Administrasi Akademik Politeknik Pelayaran Malahayati,  Eka Nurmala, mengatakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat sangat penting dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan keselamatan nelayan saat melaut. 

Sementara itu, Kapten Husmiadi dari politeknik pelayaran malahayati, mengatakan dalam kegiatan ini peserta dibekali cara menggunakan peta dan kompas untuk mengetahui batas wilayah negara saat melaut. 

Selain itu dibekali cara menggunakan alat keselamatan kerja, menggunakan alat pemadam kebakaran saat kapal terbakar. 

Kemudian menggunakan alat jika mereka hilang kontak di laut, mereka bisa melepaskan obor ke angkasa pada malam hari.

"Kemudian juga kita ajarkan cara bertahan hidup di air dan tidak boleh melompat ke laut. Karena, saat melompat ke laut kaki dan tangan seperti cermin di laut yang rawan dimangsa predator laut," ungkap Husmiadi. 

Intinya, katanya, kegiatan ini untuk mengajarkan nelayan mampu menggunakan peta, mengetahui batas wilayah negara  serta keselamatan dalam pelayaran. 

"Pemilik boat, atau pekerja, dan tekong boat harus memahami persyaratan yang ditetapkan pihak Syahbandar. Baik itu mulai dari pembuatan kapal, harus diukur dan didaftarkan ke Syahbandar untuk memperoleh GT. Selain itu, agar nama-nama boat terdaftar di panglima laot untuk memudahkan mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti,  bantuan minyak bersubsidi, " cetusnya. 

Sementara itu, Kadis Perhubungan Aceh Timur,  Zulkifli ST, mengaku sangat mendukung kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan dan keselamatan nelayan dalam melaut nantinya.(*)

Baca juga: LAPORAN LANGSUNG Satu Keluarga Asal Aceh Terdampar di Malaysia, Naik Boat Nelayan dari Panton Labu

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved