Final Liga Champions
Jadwal Final Liga Champions, Liverpool vs Real Madrid Dini Hari Nanti, Perang Dua Playmaker Hebat
Dia bisa membuat dan mencetak gol mengingat dia bermain dalam peran yang lebih maju, sesuatu yang tak dilakukan Modric ketika Real.
SERAMBINEWS.COM, PARIS - Liverpool dan Real Madrid akan saling berhadapan di final Liga Champions yang digelar di Stadion Stade de France, Saint-Denis, Minggu (29/5) dini hari WIB.
Pertarungan dua playmaker hebat akan terjadi di laga ini.
Liverpool memiliki Mohamed Salah, salah satu pencetak gol terbaik di Liga Premier saat ini.
Dia menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Premier, tetapi dia juga seorang playmaker yang dapat membantu rekan satu timnya untuk mencetak gol.
Mo Salah memiliki tingkat penyelesaian operan 80 persen di Liga Premier.
Di UCL, dia melakukan lebih baik lagi, rata-rata 32 operan per game dengan tingkat penyelesaian operan 82 persen.
Baca juga: Perjalanan Real Madrid Menuju Final Liga Champions 2022, Susah Payah Lewati Dua Wakil Inggris
Baca juga: Perjalanan Livepool Menuju Final Liga Champions 2022, Selamat dari Grup Neraka, Diuji Tim Kejutan
Baca juga: Prediksi Line Up Final Liga Champions Liverpool vs Real Madrid, Aroma Balas Dendam Demi Trofi Juara
Baca juga: Terbilang Nekat, Carlo Ancelotti Siap Turunkan Dua Pemain Langganan Cedera di Final Liga Champions
Sementara itu, Real Madrid memiliki pemain veteran Luka Modric sebagai playmaker mereka.
Dia masih bisa melakukan tugasnya pada usia 36 dalam peran gelandang tengah itu.
Dia memiliki empat assist dalam 11 pertandingan UCL musim ini.
Di La Liga, ia memiliki tingkat penyelesaian 90 persen dengan 11 assist.
Di Liga Champions, Modric membuat rata-rata 62 operan dengan tingkat penyelesaian 90 persen.
Angka-angka itu tampaknya lebih mendukung Modric, tetapi Mohamed Salah saat ini sedang dalam performa terbaiknya.
Dia bisa membuat dan mencetak gol mengingat dia bermain dalam peran yang lebih maju, sesuatu yang tidak dilakukan Modric ketika Real kembali ke formasi 4-2-3-1.
Pada akhirnya akan ditentukan striker mana yang bisa menghabisi umpan-umpan ini.
Dalam serangan melalui situasi bola-bola mati, Liverpool adalah jagonya. The Reds suka menggunakan situasi bola mati untuk menciptakan peluang untuk mencetak gol.
Liverpool telah mencetak gol dari serangan yang berawal dari bola mati paling banyak di Liga Champions pada musim ini dengan 8 gol, termasuk 4 gol dari tendangan sudut.
Ini akan diuji di final karena pertahanan Real Madrid dari serangan yang bermula dari bola mati adalah yang terbaik.
Mereka hanya kebobolan satu gol melalui bola mati sejauh ini selama kompetisi.
Real Madrid perlu menghindari pelanggaran dei tepi area penalti dan juga sebisa mungkin menghindari tendangan sudut.
Itu berarti lini tengah Liverpool akan memberi tekanan lebih pada lini belakang Real.
Perlu juga dicatat bahwa Liverpool memenangkan dua trofi musim ini, Piala Liga dan Piala FA, keduanya dalam laga yang diselesaikan lewat adu penalti.
Jika final diputuskan melalui adu penalti, tentu saja, Liverpool akan memiliki sedikit keuntungan.
Namun perlu diingat juga, Real Madrid sering mencetak gol di babak kedua.
Real Madrid seringkali menang setelah gol-gol pada menit-menit terakhir.
Itu terjadi di semifinal melawan Manchester City, Los Blancos mencetak gol yang dibutuhkan di akhir pertandingan dan kemudian mencetak gol pada masa perpanjangan waktu untuk melaju.
Real Madrid seolah bangkit dari kematian pada masa-masa akhir, saat melawan Paris Saint-Germain, Chelsea, dan Manchester City membuat Real menyenangkan untuk ditonton.
Semangat pantang menyerah yang mereka miliki membuat Liverpool harus mempertimbangkan untuk bisa menutup lini depan Real Madrid.
Secara keseluruhan, Real senang mencetak gol di babak kedua. Dari 28 gol tim di Liga Champions, 20 gol di antaranya telah dicetak di babak kedua.
Itu berarti jika Liverpool unggul di babak pertama, jangan biarkan Real Madrid menguasai bola lama-lama sampai peluit akhir berbunyi.
Liverpool berusaha untuk membalas kekalahan mereka dari Real Madrid pada 2018.
Tetapi Real Madrid juga sedang mengincar kemenangan Liga Champions ke-14.
Ini adalah final Liga Champions ketiga Liverpool dalam lima musim, setelah mereka kalah 1-3 dari Real di Kyiv, mereka mengalahkan Tottenham Hotspur di Madrid setahun kemudian, dan mereka juga sedikit difavoritkan untuk bisa menjadi raja Eropa untuk ketujuh kalinya.
Itu akan menempatkan mereka sejajar dengan AC Milan, dengan hanya Real Madrid yang lebih sering memenangkan trofi.
Itu juga memungkinkan The Reds menyelesaikan kampanye dengan tiga gelar setelah juara Piala Liga Inggris dan Piala FA.
“Memenangkan trofi, tidak ada perasaan yang lebih baik,” aku pemain Liverpool Andy Robertson dikutip dari AFP.
“Tanpa Liga Champions, itu akan menjadi musim yang hebat. Dengan Liga Champions, itu akan menjadi musim yang fantastis," kata pelatih Jurgen Klopp.
Baca juga: BMKG: Kecepatan Angin Kencang Bisa Capai 70 Km/Jam, Hindari Pohon Tinggi, Tiang dan Baliho
Baca juga: Rumah Warga Ujong Sekundor Sabang Rusak Tertimpa Pohon Tumbang, BPBD: Waspada Angin Kencang
Baca juga: Tiga Ruangan SMPN Syamtalira Bayu Terbakar Saat Pelajar Mengikuti PBM, Ini Penyebab & Kronologisnya
Baca juga: Angin Kencang Terjang Aceh Jaya, Dua Kios Rusak dan Empat Tiang Listrik Patah Tertimpa Pohon Tumbang
Kenangan buruk saat di Kyiv adalah Mohamed Salah dipaksa keluar lapangan karena cedera di babak pertama, Lorius Karius juga mengalami mimpi buruk di gawang, dan kecemerlangan Gareth Bale memenangkan trofi untuk Real.
“Saya pikir ini adalah waktunya untuk balas dendam," kata Mohamed Salah, pencetak 31 gol musim ini.
Liverpool kini tampil dengan lebih baik dibanding 2018, mereka telah diperkuat, terutama dengan kedatangan Alisson Becker, sementara Thiago Alcantara tampil menonjol di lini tengah.
Masalah yang dihadapi Liverpool adalah mereka menghadapi Real Madrid, klub dengan nama besar dan pengalaman terbanyak meraih trofi Liga Champions.
Saat Liverpool mengalahkan Inter Milan, Benfica, dan Villarreal di babak sistem gugur, mudah untuk melupakan bahwa tim Real Madrid pernah kalah di kandang dari Sheriff Tiraspol di babak penyisihan grup, sejak itu, mereka menorehkan hasil yang luar biasa.
Mereka tertinggal 2-0 secara agregat dari Paris Saint-Germain di babak 16 besar sebelum hat-trick Karim Benzema di 17 menit babak kedua di leg kedua membawa mereka lolos.
Melawan Chelsea di perempat final, mereka mencetak gol menit-menit akhir di kandang pada leg kedua untuk memaksa perpanjangan waktu sebelum Benzema mendapatkan gol kemenangan mereka.
Di semi final melawan Manchester City, lebih dramatis lagi.
Ketika sebagian pendukungnya memilih meninggalkan stadion karena dianggap sudah kalah, Real Madrid bangkit dan mencetak dua gol pada masa injury (menit 90 dan 91) untuk memaksa laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Mereka menang berkat gol Benzema pada menit Ke-95.
Final digelar di Paris setelah UEFA mencoret Saint-Petersburg menyusul konflik Rusia dan Ukraina.
Sekitar 80.000 suporter akan memenuhi Stade de France, dengan 20.000 penggemar masing-masing tim secara resmi akan hadir.
Sekitar 40.000 lebih penggemar Liverpool diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Paris tanpa tiket, dan sekitar 7.000 disiapkan bertugas sebagai bagian dari operasi keamanan besar-besaran. (*)
Baca juga: VIDEO Kenwilboy Sebut ‘Jaga Lilin’ Dianggap jadikan Bahan Candaan Hilangnya Anak Ridwan Kamil
Baca juga: VIDEO Panen Perdana Udang Vaname, Lanal Lhokseumawe Andalkan Sistem Teknologi Booster
Baca juga: VIDEO Pria Sumedang Meninggal Kena Peluru Nyasar, Keluarga Sebut Milik Anggota Polda Jabar
Baca juga: VIDEO Melihat Petani di Gayo Lues Manfaatkan Halaman Rumah Menjemur Tembakau Kretek
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mohamed-salah-vs-modric.jpg)