Berita Aceh Utara
Kasus PMK di Aceh Utara Terus Meningkat Tajam Tiap Harinya
Ternak yang terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara, terus meningkat tajam dalam dua pekan terakhir
Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Ternak yang terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara, terus meningkat tajam dalam dua pekan terakhir ini.
Berdasarkan hasil rekap Petugas Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Keswan) Aceh Utara, jumlah ternak yang terindikasi PMK mencapai 1.400 ekor, sampai Jumat (27/5/2022).
Dari jumlah itu, lima ekor di antaranya sudah diambil sampel oleh petugas Balai Veteriner Medan Kementerian Pertanian (Kementan RI.
Hasil uji sampel ke lima ekor ternak milik warga Kecamatan Baktiya dan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara positif.
Untuk diketahui kasus PMK pertama kali ditemukan di Aceh Utara pada 11 Mei 2022 di Desa Langkahan Kecamatan Langkahan oleh petugas setelah mendapat laporan dari masyarakat.
Gejalanya luka di mulut dan kaki (kuku hampir lepas), tidak bisa makan dan kondisi sangat lemah.
Baca juga: Ternak Mati Bertambah Jadi 7 Ekor, Sapi Positif PMK di Langsa Naik Menjadi 1.504 Ekor
“Sudah mencapai 1.400 ekor ternak di Aceh Utara yang terindikasi PMK,” ujar Kepala Disbunnak dan Keswan Aceh Utara Ir Lilis Indriansyah MP melalui Sekretaris, Drh Muzakir kepada Serambinews.com, Minggu (29/5/2022).
Dari jumlah itu, 1.075 ekor sapi dan sisanya, 325 ekor adalah kerbau. Jumlah terbanyak sapi yang terindikasi PMK di Kecamatan Cot Girek yaitu 326 ekor, Lhoksukon 278 ekor, Tanah Jambo Aye 195 ekor dan Kuta Makmur 91 ekor.
Baca juga: 64 Rumah di Aceh Besar Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
Sedangkan untuk ternak terbanyak juga di Kecamatan Cot Girek mencapai 309 ekor dan di kecamatan Samudera 10 ekor.
Dari jumlah ternak sapi yang sudah sembuh sekarang sudah mencapai 201 ekor.
“Yangg sembuh sudah banyak, jadi peternak tidak perlu panik. insyaallah bisa disembuhkan, yang penting bila ada gejalanya segera dilaporkan pada petugas peternakan kecamatan untuk ditangani,” kata Drh Muzakir. (*)
Baca juga: TNI Gadungan Tidur di Rumah Pacar dan Pergi ke Warung, Gugup Saat Ditanya Warga Dimana Berdinas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/drhmuzakir.jpg)