Breaking News

Berita Aceh Utara

Kasus PMK di Aceh Utara Terus Bertambah

Dari 27 kecamatan di Aceh Utara, kasus itu sudah ditemukan dalam 24 kecamatan. Artinya tersisa tiga kecamatan yang belum ada kasus tersebut.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Taufik Hidayat
For Serambinews.com
Sekretaris Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Aceh Utara, Drh Muzakir 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Aceh Utara semakin terus bertambah dan meluas. 

Dari 27 kecamatan di Aceh Utara, kasus itu sudah ditemukan dalam 24 kecamatan. Artinya tersisa tiga kecamatan yang belum ada kasus tersebut. 

Kasus itu sekarang juga ditemukan di Kecamatan Pirak Timu, dengan jumlah sapi yang terindikasi 25 ekor. 

Sedangkan tiga kecamatan yang belum ada kasus PMK, Lapang, Tanah Pasir dan Geureudong Pase. 

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Keswan) Aceh Utara, jumlah sapi di Kecamatan Pirak Timu 4.697 ekor dan kerbau 112 ekor. 

“Dari 27 kecamatan di Aceh Utara, tiga kecamatan belum ditemukan kasus PMK,” ujar Kepala Disbunnak dan Keswan Aceh Utara Ir Lilis Indriansyah MP melalui Sekretaris, Drh Muzakir kepada Serambinews.com, Selasa (31/5/2022). 

Karena itu diharapkan kepada pemilik ternak di empat kecamatan tersebut supaya dapat menjaga ternaknya agar tidak masuk ke kawasan kecamatan lain yang sudah ada kasus PMK. 

“Karena penyebaran kasus PMK sangat cepat, bisa melalui angin atau gigitan nyamuk atau juga lalat,” kata Muzakir.

Saat ini jumlah kasus PMK di Aceh Utara sudah mencapai 2.771. Jumlah sapi yang terindikasi PMK 2.353 ekor dan kerbau 418 ekor. 

Dari jumlah itu yang sudah berhasil disembuhkan 555 ekor, yang terdiri 441 ekor sapi dan 114 ekor kerbau. 

Untuk diketahui kasus PMK pertama kali ditemukan di Aceh Utara pada 11 Mei 2022 di Desa Langkahan Kecamatan Langkahan oleh petugas setelah mendapat laporan dari masyarakat. 

Gejalanya luka di mulut dan kaki (kuku hampir lepas), tidak bisa makan dan kondisi sangat lemah.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved