Selasa, 9 Juni 2026

Konsultasi Agama Islam

Dimana Letak Syurga dan Neraka - Konsultasi Agama Islam

Ruang Konsultasi Agama Islam - Program Kerjasama Serambi Indonesia dengan Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) 

Tayang:
Editor: Syamsul Azman
SERAMBINEWS.COM/ISAD
Dimana Letak Surga dan Neraka - Pertanyaan kedua Program Konsultasi Agama Islam kerjasama SERAMBI INDONESIA - ISAD 

Serta sabda Nabi SAW :

مَنْ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللهِ، وَابْنُ أَمَتِهِ، وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَأَنَّ ‌الْجَنَّةَ ‌حَقٌّ، وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ، أَدْخَلَهُ اللهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ “

Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, bersaksi bahwa ‘Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba-Nya  dan kalimat-Nya yang Ia berikan kepada Maryam, dan ruh dari-Nya (dari ruh yang Allah ciptakan), dan bersaksi bahwa syurga  itu benar adanya dan neraka benar adanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam syurga dari delapan pintu yang dia inginkan. (H.R. Muslim).

2.    Adapun letak syurga dapat ditelusuri dari dalil-dalil berikut :

Dalam Surat an-Najm, Allah menceritakan keadaan Sidratul Muntaha, yakni firman Allah berbunyi :

وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى

Sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu pada waktu yang lain di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada syurga al-Ma’wa. (QS. An-Najm: 13 – 15).

Dalam ayat di atas juga dijelaskan bahwa syurga al-Ma’wa berada dekat Sidratul Muntaha, sedangkan Sidratul Muntaha berdasarkan riwayat yang shahih berada pada langit yang ketujuh. Dalam mengomentari ayat di atas, Abu Bakar al-Jashas (seorang tokoh ulama bermazhab Hanafi) dalam kitab tafsirnya, Ahkam al-Qur’an mengatakan, ayat ini menunjukkan bahwa Nabi SAW sesungguhnya naik ke langit dan ke syurga.

Imam al-Bukhari meriwayatkan sebagai berikut :

وَرُفِعَتْ لِي سِدْرَةُ المُنْتَهَى، فَإِذَا نَبِقُهَا كَأَنَّهُ قِلاَلُ هَجَرَ وَوَرَقُهَا  كَأَنَّهُ آذَانُ الفُيُولِ فِي أَصْلِهَا أَرْبَعَةُ أَنْهَارٍ نَهْرَانِ بَاطِنَانِ، وَنَهْرَانِ ظَاهِرَانِ، فَسَأَلْتُ جِبْرِيلَ، فَقَالَ: أَمَّا البَاطِنَانِ: فَفِي الجَنَّةِ، وَأَمَّا الظَّاهِرَانِ: النِّيلُ وَالفُرَاتُ

(Ketika kami tiba pada langit ketujuh) diperlihatkan kepadaku Sidratul-Muntaha. Buahnya seperti kendi daerah Hajar, dan daunnya seperti telinga gajah. Dari akarnya keluar dua sungai luar dan dua sungai dalam. Kemudian aku bertanya, “Wahai Jibril, apakah keduanya ini?” Dia menjawab, “Adapun dua yang dalam itu ada di syurga sedangkan dua yang di luar itu adalah Nil dan Eufrat. (H.R. Bukhari )

Dalam Tafsirnya, al-Baidhawi mengatakan, telah diriwayat secara marfu’ bahwa Sidratul Muntaha berada pada langit ketujuh. Kemudian dalam hadis dari Abu Hurairah r.a , Rasulullah SAW bersabda :

إِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ، فَاسْأَلُوهُ الفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الجَنَّةِ وَأَعْلَى الجَنَّةِ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الجَنَّةِ

Apabila kalian berdoa kepada Allah, mintalah kepada-Nya surga al-Firdaus. Karena syurga Firdaus adalah syurga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atas syurga ini ada Arsy Allah ar-Rahman. Dari syurga firdaus, bersumber sungai-sungai ke seluruh syurga. (H.R. al-Bukhari)

Mengomentari penggalan hadits  “Di atas syurga ini ada Arsy Allah ar-Rahman”, Ibnu Mulaqqin dalam al-Tauzhih li Syarh al-Jami’ Shahih mengutip penjelasan Ibnu al-Tiin, mengatakan : “Arasy berada di atas semua syurga.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved