Viral Medsos

Bocah Piatu Dibully dan Diusir dari Sekolah karena Tak Punya HP, Kini Bahagia usai Banjir Bantuan

Kisah pilu dialami seorang siswa SD piatu di Samarinda. Ia sempat dibully dan diusir dari sekolah karena tak punya HP untuk belajar online.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Agus Ramadhan
Kolase Serambinews / Dok. Kompas TV
Di-bully hingga diduga diusir dari sekolah karena tak punya HP, kini siswa SD piatu tersebut banjir bantuan sampai rehab rumah. 

Bocah Piatu Dibully dan Diusir dari Sekolah karena Tak Punya HP, Kini Bahagia usai Banjir Bantuan

SERAMBINEWS.COM - Kisah pilu dialami seorang siswa Sekolah Dasar (SD) piatu di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Ia sempat dibully dan diduga diusir dari sekolahnya saat ujian karena tak punya HP untuk belajar online.

Namun kini, siswa SD piatu itu pun hidup bahagia setelah banyak orang baik yang memberikannya bantuan, mulai dari beasiswa, HP baru hingga rehab rumah.

Adalah Musdalifah (10), murid SD di Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) ini sempat menjadi pembahasan dan mengundang simpati banyak pihak dalam beberapa hari ini.

Bocah tersebut diduga diusir oleh gurunya dari ruang kelas saat ujian berlangsung pada Selasa (31/5/2022).

Dikutip dari Kompas.com, kini murid bernama Musdalifah itu banjir bantuan.

Dia mendapat bantuan ponsel, beasiswa, uang tunai, hingga rehab rumah.

1. Alasan pengusiran

Pada Selasa (31/5/2022) pagi, murid SD Negeri 002 Samarinda sedang melangsungkan ujian kenaikan kelas tatap muka di sekolah.

Musdalifah datang ke SD itu untuk ujian. Dia masuk di ruang kelas III.

Tak selang lama, wali kelas masuk.

Rupanya, baru kali ini Musdalifah ke sekolah setelah dibukanya pembelajaran tatap muka.

Sebelumnya, saat belajar online, dia jarang ikut pelajaran karena tak punya ponsel.

Ada ponsel bekas yang digunakan, tetapi sering rusak, sehingga tak efektif belajar.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved