Breaking News:

IPW Desak Kapolri Pecat Polisi yang Terlibat Kasus Pengeroyokan Bryan Yoga Kusuma

Sebab, kata Sugeng, perbuatan penganiayaan yang dilakukan oleh anggota berinisial LV dan AR terhadap Bryan, jelas-jelas melanggar peraturan perundanga

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Ilustrasi Polisi 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Sugeng Teguh Santoso, Ketua Indonesia Police Watch (IPW), meminta agar anggota Polisi yang terlibat dalam penganiayaan Bryan Yoga Kusuma di parkiran Holywings Yogyakarta dan di Polres Sleman harus dipecat.

Menurutnya oknum-oknum polisi tersebut telah menciderai marwah institusi Polri.

"Apalagi, Kapolda DIY Irjen Asep Suhendar telah berjanji akan memproses pidana kedua anggota Polri tersebut. Artinya, ada pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan mereka," ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (8/6/2022).

Kepastian itu sendiri didapat setelah dilakukan gelar perkara oleh Subdit Paminal, Direktorat Propam Polda DIY setelah memeriksa empat orang sipil dan 13 anggota polisi. Hasilnya, ada pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri berinisial LV dan AR.

Oleh sebab itu, sambungnya, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberhentikan dua anggota Satreskrim Polres Sleman yang melakukan penganiayaan kepada Bryan Yoga Kusuma.

Sebab, kata Sugeng, perbuatan penganiayaan yang dilakukan oleh anggota berinisial LV dan AR terhadap Bryan, jelas-jelas melanggar peraturan perundangan.

Pada Pasal 13 ayat 1 PP 1 Tahun 2003 secara tegas disebutkan, anggota Polri dapat diberhentikan tidak dengan hormat dari dinas Polri karena melanggar sumpah/janji anggota Polri, sumpah/janji jabatan, dan/atau Kode Etik Profesi Polri.

"Institusi Polri merupakan alat negara yang tugas pokoknya melindungi dan mengayomi masyarakat. Jangan sampai, tugas luhur tersebut dikotori oleh ulah anggota polisi yang arogan dan merusak martabat Polri."

Kronologi Kejadian

Anung Prajotho, perwakilan keluarga, menceritakan awal mula penganiayaan yang menimpa Bryan Yoga.

Bryan Yoga bersama temannya yakni Albert Wijaya, Aprio Rabadi, Yogi Adhika Pratistha, dan Irawan mengunjungi Holywings di Jalan Magelang pada Jumat (3/6/2022) sekitar pukul 23.30 WIB.

Pada Sabtu (4/6/2022) sekitar pukul 02.00 WIB, Bryan Yoga diprovokasi oleh seorang berinisial C hingga berujung perkelahian di depan parkiran Holywings.

Lalu, C memanggil temannya berinisial L yang kemudian mengumpulkan security, preman, dan tukang parkir untuk memprovokasi Bryan Yoga.

"Saat perkelahian, Bryan Yoga Kusuma dihajar kurang lebih selama 1 jam oleh sekitar 20 orang, dan ada juga oknum polisi yang terlibat," kata Anung.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved