Jumat, 1 Mei 2026

Ibadah Haji

Ingin Tahu Tips Sehat Haji, Ini 3 Cara Dapatkan Tubuh Kuat Selama Ibadah Haji

Idealnya kemampuan fisik jemaah haji harus dilatih sejak persiapan awal. Jauh sebelum hari keberangkatan

Tayang:
Editor: Nur Nihayati
Kementerian Media Arab Saudi
Ilustrasi - Pelaksanaan ibadah umrah yang dimulai 4 Oktober 2020 serupa dengan standar yang diberlakukan untuk ibadah haji Agustus 2020 lalu. 

Idealnya kemampuan fisik jemaah haji harus dilatih sejak persiapan awal. Jauh sebelum hari keberangkatan

SERAMBINEWS.COM - Menunaikan ibadah haji merupakan rukun islam. Wajib dikerjakan bagi orang yang mampu.

Ibadah haji yang membutuhkan kesehatan fisik maksimal.

Rangkaian panjang prosesi ibadah memerlukan tubuh yang kuat.

Ada Tawaf (berjalan mengelilingi kabah sebanyam tujuh kali), ada Sa'i berlari kecil antara gunung Safa-marwa (7 kali), bermalam di mina, lempar jumrah, dan yang menjadi inti haji yakni wukuf di padang Arafah.

Idealnya kemampuan fisik jemaah haji harus dilatih sejak persiapan awal. Jauh sebelum hari keberangkatan, Anda sudah harus mulai rutin berolahraga agar tubuh menjadi terbiasa.

Baca juga: Dul Jaelani Punya Cara Unik Saat Nyatakan Cinta ke Tissa Biani, Terinspirasi Penyair Zaman Dulu

Baca juga: Lion Terbang ke Malaysia via Sumut, Juga Terkoneksi ke Banda Aceh

Baca juga: Tanda-tanda Hipertensi, Coba Cek Tekanan Darah Anda, Bisa Jadi Stroke Hingga Lumpuh

Kemenag menjelaskan, ada empat faktor yang berpengaruh pada kesehatan para jemaah haji:

Perilaku personal: 40 %

Poin pertama ini mencakup kebiasaan sehari-hari atau PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan pola makan.

Keadaan lingkungan: 30 %
Perbedaan iklim antara Indonesia dan Arab Saudi ikut memengaruhi kondisi fisik jemaah haji.

Keturunan/Genetik: 10 %
Kondisi kesehatan yang diturunkan orang tua, misalnya Anda mungkin mengidap penyakit turunan hipertensi atau diabetes.

Pelayanan kesehatan: 20 %
Calon jemaah haji harus ikut aktif dalam pemeliharaan dan pemeriksaan kesehatan pada lembaga yang telah ditetapkan pemerintah agar kondisi tetap terjaga.

Faktor perilaku personal atau pribadi menjadi faktor terbesar yang memengaruhi kesehatan jemaah haji.

Hal ini senada dengan yang disampaikan Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr. Eka Jusup Singka.

Dijelaskan, sebagian jemaah belum bisa mengontol diri sendiri selama menjalani ibadah haji.

Selain lalai dalam menjalankan hidup sehat, kondisi dari setiap jemaah berbeda-beda sehingga masing-masing harus tahu batasan dalam melakukan kegiatan.

Terkadang jemaah haji mudah untuk tergiur ajakan untuk melakukan ibadah sunnah padahal kondisi fisik sudah tidak memadai.

Tips ibadah haji dari dr. Eka adalah selalu menjaga kondisi fisik dan kesehatan sebaik mungkin karena kesehatan merupakan modal utama dalam kelancaran menunaikan ibadah haji.

Berikut beberapa cara agar tubuh jemaah tetap kuat selama menjalani ibadah haji

1. Mencegah gangguan kesehatan karena cuaca panas

Kegiatan ibadah saat di Mekkah maupun Madinah sebagian besar dilakukan di luar ruangan. Jemaah rentan mengalami heat stroke atau kepanasan sehingga menyebabkan kelelahan hingga jatuh sakit. Lindungi diri dari teriknya matahari dari luar dan dalam dengan:

Memperbanyak minum air (air putih, zamzam, jus, dan sebagainya).

Berusaha menghindari paparan matahari secara langsung, gunakan payung atau topi jika diperbolehkan.

Hindari melakukan ibadah yang berlebihan dan istirahat yang cukup setelah melakukan kewajiban haji untuk mengembalikan energi.

Konsumsi suplemen vitamin C, Vitamin D, dan Zinc dalam format effervescent (tablet larut air). Selain efektif meningkatkan daya tahan tubuh, dalam waktu yang sama juga menambah konsumsi cairan dalam tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

2. Memperhatikan dan menjaga asupan makanan

Para jemaah haji juga perlu selalu memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Meski sudah disediakan oleh para petugas, makanan dari luar seperti jajanan atau camilan dapat menyebabkan keracunan.

Sebagai langkah pencegahan, Anda dapat melakukan hal sebagai berikut:

Selalu mencuci buah atau sayur.

Periksa tanggal kedaluwarsa ketika membeli makanan.

Hindari mengonsumsi makanan tanpa penutup karena rentan dihinggapi serangga dan terkena polusi.

Cuci tangan yang bersih sebelum dan sesudah mempersiapkan makan dan saat makan.

Hindari menyimpan makanan di bus terlalu lama ketika berpindah dari satu tempat ke tempat ibadah lain.

Menyimpan makanan pada suhu dalam bus lebih dari dua jam memicu tumbuhnya bakteri. Hal ini menyebabkan para jemaah keracunan makanan saat ibadah haji.

3. Menggunakan alas kaki yang nyaman dan mendukung selama ibadah haji

Ibadah haji memaksa Anda untuk banyak melakukan kegiatan berjalan kaki sehingga penting untuk menggunakan sepatu atau sandal yang dapat mengurangi risiko cedera pada kaki.

Apalagi, penuhnya tempat ibadah menyebabkan durasi menjadi lama dan Anda kemungkinan besar akan berdesakan juga.

Pilih alas kaki yang memiliki bantalan empuk, terutama di bagian tumit dan mata kaki. Ukuran alas kaki harus pas, karena jika longgar akan menyebabkan lecet.

Sementara jika terlalu kecil, dapat memicu kram di jari kaki dan luka. Anda dapat menggunakan pelembap yang dioleskan tiga kali dalam sehari untuk mengurangi gesekan selama berjalan.

Setiap jemaah haji pasti tidak mau melewatkan kesempatan untuk beribadah semaksimal mungkin selama di Tanah Suci.

Namun di sisi lain, Anda sangat bergantung pada kondisi tubuh agar dapat menjalani ibadah haji.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Tips Sehat Haji, 3 Cara Dapatkan Tubuh Kuat Selama Ibadah Haji,

Berita terkait lainnya

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved