Breaking News:

Berita Luar Negeri

Rusia Gelar Latihan Militer di Laut Baltik, Kerahkan 60 Kapal dan 40 Pesawat, Pesan Tegas Untuk NATO

60 kapal dan 40 pesawat mengambil bagian dalam manuver yang juga akan berlangsung di darat di tempat pelatihan di daerah kantong Rusia Kaliningrad

Editor: Muhammad Hadi
(AFP/OLGA MALTSEVA)
Kapal fregat Admiral Gorshkov (dua dari kiri) bersama kapal perang Rusia lainnya ketika berlayar dekat Pangkalan Kronshtadt di luar Saint Petersburg pada 20 Juli 2018. 

Ketegangan Dengan NATO Meningkat, Rusia Gelar Latihan Militer di Laut Baltik, Kerahkan 60 Kapal dan 40 Pesawat

SERAMBINEWS.COM - Pada Kamis (9/6/2022), puluhan kapal Rusia ambil bagian dalam latihan militer di Laut Baltik yang strategis setelah Swedia dan Finlandia baru-baru ini mengumumkan tawaran untuk bergabung dengan NATO.

Melansir AFP, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal-kapal armada Baltiknya, akan melakukan tugas-tugas pelatihan untuk pertahanan jalur laut dan pangkalan armada.

Disebutkan bahwa 60 kapal dan 40 pesawat mengambil bagian dalam manuver yang juga akan berlangsung di darat di tempat pelatihan di daerah kantong Rusia Kaliningrad.

Latihan angkatan laut itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Moskow dan NATO, setelah Swedia dan Finlandia mengajukan tawaran mereka untuk bergabung dengan aliansi yang dipimpin AS setelah dimulainya kampanye militer Rusia di Ukraina.

Baca juga: Tewas Dalam Pertahankan Kota Mariupol, Rusia Serahkan 210 Mayat Pejuang Ukraina

Jika keanggotaan mereka —yang saat ini diblokir oleh Turki— disetujui, Rusia akan menjadi satu-satunya negara non- NATO di Laut Baltik.

Sebagai tanda dukungan untuk Finlandia dan keanggotaan NATO Swedia, Kepala Staf AS Jenderal Mark Milley berada di Stockholm pada hari Sabtu di atas USS Kearsage, menjadikannya kapal perang AS terbesar yang pernah berlabuh di Stockholm.

Kunjungannya dilakukan saat NATO melakukan latihan angkatan laut tahunan di Laut Baltik yang disebut "Baltop 22" yang akan berlanjut hingga 17 Juni.

Sebelumnya diberitakan, mengutip Reuters, Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan Barat bahwa Rusia akan menanggapi jika NATO mulai memperkuat infrastruktur militer Swedia dan Finlandia. 

Putin telah berulang kali mengutip perluasan aliansi NATO pasca-Soviet ke arah timur menuju perbatasan Rusia sebagai alasan konflik Ukraina.

Baca juga: Pemimpin Hizbullah di Lebanon Ancam Serang Anjungan Gas Israel di Laut Mediterania

Berbicara kepada para pemimpin aliansi militer yang didominasi Rusia dari negara-negara bekas Soviet, Putin mengatakan perluasan NATO digunakan oleh Amerika Serikat dengan cara "agresif" untuk memperburuk situasi keamanan global yang sudah sulit. 

Rusia, kata Putin, tidak memiliki masalah dengan Finlandia atau Swedia, sehingga tidak ada ancaman langsung dari perluasan NATO yang mencakup negara-negara tersebut. 

"Tetapi perluasan infrastruktur militer ke wilayah ini tentu akan memancing tanggapan kami," kata Putin kepada para pemimpin Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, yang meliputi Belarus, Armenia, Kazakhstan, Kirgistan, dan Tajikistan. 

"Apa (respons) itu - kita akan melihat ancaman apa yang diciptakan untuk kita. Masalah diciptakan tanpa alasan sama sekali. Kami akan bereaksi sesuai dengan itu," kata Putin di Istana Grand Kremlin.(*)

Baca juga: Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (XXV) - Dari Krisis Pangan ke Krisis Kemanusiaan Global

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul 60 Kapal Perang dan 40 Pesawat Tempur Rusia Memulai Latihan di Laut Baltik

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved