Breaking News:

Kisah Misteri

Misteri Hilangnya Tiga Penerbang AS di Hutan Malaya saat Perang Dunia II Terungkap Setelah 70 Tahun

Dua puluh tahun kemudian, seseorang melaporkan melihat bangkai pesawat di lereng gunung yang tertutup hutan di Semenanjung Malaya.

Editor: Taufik Hidayat
Pacific Wrecks
Bangkai pesawat AS yang hilang di hutan Malaya saat Perang Dunia II. 

SERAMBINEWS.COM - Tanggal 27 November 1945. Beberapa bulan setelah berakhirnya Perang Dunia II, tiga penerbang Amerika Serikat dilaporkan hilang setelah lepas landas dari Singapura dengan pesawat angkut militer, C-47.

Mereka menuju bandar udara kecil di Penang, dan seharusnya perjalanan itu seperti yang lainnya.

Segalanya tampak normal, apalagi perang telah berlalu, maka para penerbang itu tentunya berasumsi bahwa perjalanan mereka akan berlalu tanpa insiden. Namun, ternyata mereka tidak pernah mencapai tujuan mereka.

Pesawat yang mereka tumpangi itu menghilang tanpa alasan yang jelas, dan tanpa jejak.

Hari itu, cuaca bagus untuk terbang, dengan jarak pandang yang baik dan hanya sedikit prakiraan hujan ringan untuk hari itu.

Penerbangan panjang itu akan membawa mereka dari ujung selatan Semenanjung Malaya, melewati hutan lebat di pedalaman dan turun ke pulau Straits Settlements di Penang di ujung barat laut Malaysia modern.

Itu dimaksudkan untuk menjadi perjalanan transportasi rutin. Namun, pesawat C-47 menghilang dalam perjalanan.

Tiga orang di dalam pesawat, Judson Baskett, seorang Petugas Penerbangan, William Myers, seorang Letnan Satu, dan Donald Jones, seorang Prajurit Kelas Satu, tidak pernah terlihat hidup lagi.

Misi untuk pencarian mereka pun diatur, tetapi tidak ditemukan petunjuk tentang nasib pesawat dan awaknya.

Setelah beberapa saat, ketiga pria itu dinyatakan tewas, meski tidak ada bukti yang menunjukkan kesimpulan itu.

Badan amal PacificWrecks.org yang menyelidiki bangkai kapal dan dekat Samudra Pasifik yang berasal dari Perang Dunia Kedua dan Perang Korea, mencatat bahwa dua puluh tahun kemudian seseorang melaporkan melihat bangkai pesawat di lereng gunung yang tertutup hutan di Semenanjung Malaya.

Namun, laporan tahun 1966 ini tampaknya tidak ditindaklanjuti.

Kemudian pada tahun 1985 dua orang yang memanjat hutan menemukan reruntuhan.

Lokasi sudah dicatat, tapi lagi-lagi masalah itu pun tidak ditindaklanjuti.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved