Berita Pidie
Rumah Korban Puting Beliung Belum Direhab
Puluhan rumah yang terkena puting beliung di Pidie belum direhab oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie
SIGLI - Puluhan rumah yang terkena puting beliung di Pidie belum direhab oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie.
Saat ini, BPBD masih menghitung dana untuk kebutuhan rumah rusak dampak angin puting beliung.
Untuk diketahui, rumah warga dan sarana umum disapu angin kencang pada tanggal 28 Mei 2022.
Data BPBD Pidie mencatat 35 bangunan rusak disapu angin kencang.
Rinciannya, 23 rumah, 4 ruko, 3 kios, 2 dayah dan tiga puskesmas.
Titik kerusakan tersebar di 29 gampong pada 11 kecamatan, Kota Sigli, Pidie, Indrajaya Mutiara, Mutiara Timur, Simpang Tiga, Mila, Peukan Baro, Sakti, Glumpang Tiga dan Batee.
Dominan rumah rusak copot pada atap yang disapu angin kencang, sehingga warga belum bisa menempati rumahnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pidie, Nasruddin, kepada Serambi, Sabtu (11/6/2022) mengatakan, BPBD Pidie telah menghitung kebutuhan untuk memperbaiki semua fasilitas yang rusak akibat bencana angin kencang, tapi belum selesai semuanya.
Baca juga: Rumah Rusak Jadi 14 Unit Dampak Puting Beliung di Aceh Tenggara, Dinsos dan BPBD Salurkan Bantuan
Baca juga: Baitul Mal Aceh Bantu 210 KK Korban Puting Beliung di Aceh Besar
Ia menjelaskan, untuk kebutuhan masa panik sudah diserahkan bantuan dari dinsos.
Saat ini, sebutnya, BPBD Pidie masih melakukan validasi data terhadap rumah rusak dan fasilitas lain dari data kecamatan yang minggu ini akan tuntas.
"Saat ini kami belum mengetahui jenis bantuan yang akan diberikan.
Kita masih tunggu regulasi atau juknis bagaimana bentuk penanggulangan dari pusat," ujarnya.
Menurutnya, BPBD Pidie telah berkoordinasi dengan BPBA terhadap penanganan rumah rusak dan fasilitas lainnya.
Minggu ini, BPBD Pidie juga akan mengajukan permohonan bantuan tersebut ke BPBA.
Anggota DPRK Pidie, Tgk Muhammad Nur SHi, kepada Serambi, Sabtu (10/6/2022) menyebutkan, Pemkab harus mempercepat penanganan rumah dampak puting beliung.
Sebab, musibah angin kencang tslah lama terjadi.
" Sangat disayangkan rumah warga yang terkena puting beliung belum direhab.
Padahal, musibah bencana itu terjadi Mei 2022," pungkasnya.
37 Kasus Kebakaran Selama Dua Bulan
Sementara Kabid Kesiapsiagaan dan Damkar BPBD Pidie, Syahrial, kepada Serambi, Sabtu (11/6/2022) menyebutkan, BPBD Pidie mencatat 37 kebakaran yang terjadi mulai Mei hingga Juni 2022 atau selama dua bulan terakhir.
Kasus kebakaran tinggi disebabkan warga membakar sampah hingga arus pendek listrik.
Kebakaran itu tidak menimbulkan korban jiwa, kecuali harta benda yang gagal diselamatkan.
" Kebakaran di Pidie penyebabnya dominan konslek listrik dan bakar sampah," sebutnya.
Ia menjelaskan, seperti kebakaran rumah di Gampong Baro terjadi rata dengan tanah, lantaran pemilik baru mengetahui saat pulang ke rumah.
Di mana saat itu api telah membumbung besar.
Kata Syahrial, kendala petugas saat memadamkan api karena masyarakat tidak membuka akses jalan bagi petugas.
Sebab, selama ini akses jalan sempit.
" Seharusnya sebelum tiba di lokasi, warga harus duluan membuka akses jalan bagi mobil pemadam," jelasnya.
Ia menyebutkan, data BPBD Pidie yang mencatat 37 kebakaran.
Rincian rumah 10 unit dan selebihnya sarana umum, bilik pesantren serta rumpun bambu.
Di mana dalam satu hari terkadang lima kali terjadi kebakaran.
Saat ini, dengan jumlah petugas 85 orang, yang kini mereka telah menjadi peserta BPJS.
Petugas telah maksimal dalam bekerja, yang upah jerih dibayar per bulan.
Ia menambahkan, saat ini mobil pemadam delapan unit.
Adalah di pos induk lima unit, Padang Tiji satu unit, Mutiara satu unit dan Tangse satu unit. (naz)
Baca juga: Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung Bertambah Jadi 14 Unit
Baca juga: Dua Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Lawe Sumur Baru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kabid-Kesiapsiagaan-dan-Damkar-BPBD-Pidie-Syahrial.jpg)