Internasional
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi Luncurkan Aplikasi Pintar Haji
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi meluncurkan aplikasi Smart Pilgrim atau Haji Pintar.
SERAMBINEWS.COM, JEDDAH - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi meluncurkan aplikasi Smart Pilgrim atau Haji Pintar.
Aplikasi ini memungkinkan jamaah berkomunikasi dengan penyedia layanan.
Bahkan, dapat melaporkan pelanggaran apa pun kepada kementerian dalam pelayanan Musim Haji 2022.
Kementerian telah berjanji untuk menangani komentar dan keluhan tanpa penundaan atau keringanan hukuman terhadap penyedia layanan haji yang melanggar.
Asisten Wakil Sekretaris Kementerian Haji dan Umrah untuk Layanan Haji dan Umrah Hisham Saeed mengatakan pada musim haji mendatang kartu pintar haji akan diperluas.
Dilansir ArabNews, Senin (13/6/2022), tiga aplikasi dasar telah diluncurkan untuk melayani jamaah haji dengan lebih baik.
Baca juga: Cuaca di Arab Saudi Capai 46 Derajat C, Jamaah Haji Diimbau Pakai Pelindung Diri di Luar Ruangan
Saeed, yang juga juru bicara kementerian kepada saluran TV lokal mengatakan rencana teknisnya akan menambah pengalaman jamaah haji tahun ini.
“Kementerian Haji dan Umrah memiliki call center yang menerima pertanyaan, keluhan, dan saran jamaah sepanjang waktu," sebutnya.
Selain itu, jamaah haji dapat mengunduh aplikasi jemaah haji yang memiliki banyak layanan, ke smartphone.
Kemudian, mengobrol dengan penyedia layanan haji mereka untuk melaporkan pelanggaran atau mengajukan pengaduan, katanya.
Ditambahkan, jika tidak segera diselesaikan, aduan secara otomatis akan diarahkan ke pusat operasi di Kementerian Haji dan Umrah.
Dimana, akan segera menugaskan tim untuk pergi ke tempat pelanggaran dan mengambil tindakan korektif.
Baca juga: Tunaikan Ibadah Haji, Miftahul Hamdi Absen Perkuat PSS Sleman di Piala Presiden 2022
Langkah ini dilakukan setelah Forum Ilmiah Haji, Umrah, Visit Research ke-21 diresmikan di Madinah bulan lalu, dengan fokus pada transformasi digital dalam Sistem Haji, Umrah, dan Kunjungan.
Forum tersebut mengeksplorasi tiga isu utama: tata kelola transformasi digital dalam sistem haji dan umrah.
Penerapan transformasi digital untuk meningkatkan layanan yang diberikan kepada jamaah.
Terakhir, pengunjung kedua kota suci tersebut dan mengembangkan proses pengambilan keputusan untuk mendukung layanan.(*)
Baca juga: Begini Sejarah Masjid Bir Ali yang Jadi Tempat Jamaah Haji Mengambil Miqat dan Kondisi Kini