Breaking News:

Rusia Hancurkan Depot Persenjataan Besar Ukraina, Senjata Kiriman AS dan Eropa Ikut Hancur

Rusia mengeklaim menghancurkan depot persenjataan besar Ukraina tersebut dengan rudal jelajah Kalibr, sebagaimana dilansir Reuters

Editor: Faisal Zamzami
Southfront.org
Artileri berat Rusia Malka 2 dijadikan senjata utama menghancurkan infrantri Ukraina di wilayah Donbass. Howitzer ini menggunakan peluru kaliber 202 mm. (Southfront.org) 

Merebut Severodonetsk dan kota kembarnya Lysychansk akan membawa Rusia lebih dekat ke tujuannya, karena akan memberi mereka kendali atas Luhansk.

Baca juga: Ditembak Militer Rusia, Pabrik Kimia di Kota Ukraina Timur Terbakar

Baca juga: Presiden Rusia Vladimir Putin Akhirnya Mengakui Operasi Militer di Ukraina adalah Perampasan Wilayah

Dalam pernyataannya, Haidai mengakui sebagian besar Severodonetsk sekarang berada di tangan Rusia.

Militer Rusia mengatakan bahwa semua daerah pemukiman Severodonetsk sekarang berada di bawah kendalinya.

"Pabrik kimia Azot telah berada di bawah pengeboman berat selama berjam-jam," kata Haidai sebagaimana dilansir BBC pada Minggu (12/6/2022).

 
Dia tidak mengatakan apakah ada korban jiwa dan apakah kobaran api itu kemudian padam.

Pejabat Ukraina memperkirakan sebanyak 800 warga sipil bersembunyi di tempat perlindungan bom bawah tanah di pabrik Azot.

Menggambarkan situasi saat ini di Severodonetsk, Haidai mengatakan itu "sulit, tetapi terkendali".

"Tentara kami menang dalam pertempuran jalanan. Tetapi, sayangnya, artileri musuh menghancurkan - lantai demi lantai - rumah-rumah yang digunakan oleh pasukan kami sebagai tempat perlindungan.”

"Jadi, ketika kami mendorong musuh keluar dari satu jalan, mereka mulai menggunakan tank dan artileri mereka untuk menghancurkan daerah itu dari rumah ke rumah," kata kepala daerah Luhansk."

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pasukan Rusia telah menderita korban yang "sangat signifikan" di Donbas.

Dia juga mengatakan pasukan Ukraina telah merebut kembali desa-desa dan kota-kota di wilayah tenggara Kherson dan Zaporizhzhia.

Ukraina telah memohon lebih banyak senjata dari sekutunya, memperingatkan bahwa Rusia memiliki setidaknya 10 kali lebih banyak artileri.

Baca juga: Hasil Lengkap UEFA Nations League: Portugal Tumbang, Spanyol Rebut Puncak, Yunani Menang

Baca juga: 2 Pria dan 1 Wanita di Bawah Umur Sebulan Tinggal di Hutan, Warga Curiga, Akhirnya Digerebek

Baca juga: Ririn Dwi Ariyanti dan Aldi Bragi Cerai, Penyebab Rumah Tangga Kandas Terungkap

Kompas.com: Rusia Hancurkan Depot Persenjataan Ukraina

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved