Berita Abdya
Dua Ekor Sapi Warga di Abdya Kembali Mati
Dengan matinya dua ekor sapi itu, maka jumlah hewan ternak yang mati di 'bumo breuh sigupai' menjadi 12 ekor.
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Nurul Hayati

Dengan matinya dua ekor sapi itu, maka jumlah hewan ternak yang mati di 'bumo breuh sigupai' menjadi 12 ekor.
Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Dua ekor hewan ternak jenis sapi milik warga di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali mati.
Dengan matinya dua ekor sapi itu, maka jumlah hewan ternak yang mati di 'bumo breuh sigupai' menjadi 12 ekor.
Kematian 12 ekor sapi itu, persis dengan gejala dan ciri-ciri penyakit mulut dan kaki (PMK).
Namun, karena kebanyakan sapi itu dilepas, sehingga para peternak tahunya hewan peliharaan mati saat warga mendatangi kebunnya.
Bahkan, Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) setempat membantah keras, bahwa sapi yang mati saat ini mati akibat PMK, dengan dalih tidak pernah dicek dan ditangani.
Informasi yang diperoleh Serambinews.com, dua ekor sapi milik warga yang mati itu milik Desmitya Putra.
“Iya benar, dua ekor sapi saya mati kemarin,” ujar Desmitya Putra.
Baca juga: Vaksinasi PMK untuk Hewan Ternak akan Dimulai Besok, Butuh 3 Juta Dosis dari Luar Negeri
Ia menyebutkan, dua ekor sapinya yang mati itu mirip dengan gejala penyakit mulut dan kuku (PMK), seperti mulut dan kaki yang luka.
“Iya, gejalanya sama dengan ciri-ciri yang diserukan penyakit mulut dan kuku,” katanya.
Ia berharap, kepada pemerintah segera turun tangan, guna mengantisipasi penyebaran penyakit menular tersebut.
“Kami khawatir, jika tidak segera ditangani maka akan berakibat fatal, dan menyebar ke hewan ternak yang lainnya,” pungkasnya. (*)
Baca juga: Empat Kecamatan di Aceh Besar Bebas Infeksi Wabah PMK, Ternak Terjangkit Capai 3.052 Ekor