Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Tenaga Honor Dilarang Tahun 2023, Dewan Sebut Pengangguran Akan Jadi ‘Bom Waktu’ di Lhokseumawe 

Sehingga diistilahkan politisi Partai Demokrat tersebut, persoalan pengangguran akan menjadi ‘bom waktu’ di Kota Lhokseumawe.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Saifullah
hand over dokumen pribadi
Anggota DPRK Lhokseumawe, T Sofianus 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe, T Sofianus menegaskan, kalau pengangguran bakal menjadi permasalahan besar yang akan terjadi di Kota Lhokseumawe.

Apalagi dengan adanya rencana penghentian dan larangan tenaga hononer atau Tenaga Harian Lepas (THL) di Kota Lhokseumawe yang jumlahnya mencapai ribuan orang.

Sehingga diistilahkan politisi Partai Demokrat tersebut, persoalan pengangguran akan menjadi ‘bom waktu’ di Kota Lhokseumawe.

“Sehingga semua pihak harus segera menyamakan persepsi untuk menyelesaikan persoalan ini,” paparnya.

T Sofianus kepada Serambinews.com, Rabu (15/5/2022), memaparkan, sesuai data dari BPS yang diterimanya, pada tahun 2021, Lhokseumawe menduduki peringkat kedua terbanyak pengangguran di Provinsi Aceh.

Ditambah lagi dengan fenomena sekarang di Kota Lhokseumawe, THL yang dibiaya pemerintah daerah sangat banyak.

Baca juga: VIDEO Dewan Sebut Masalah Pengangguran Bakal Jadi Bom Waktu di Lhokseumawe

Lalu ada sikap pemerintah untuk menghentikan mereka yang jumlahnya mencapai 2.000 orang lebih.

"Jadi, saat THL dirumahkan, tentunya kondisinya akan sangat meresahkan kita," urai dia.

Intinya, sebut T Sofianus, pengangguran akan jadi masalah besar yang harus disikapi segera di Kota Lhokseumawe.

Untuk menyikapi persoalan ini,  lanjut  T Sofianus, maka semua pihak yang terlibat harus tahu persoalan dan segera menyamakan persepsi.

"Dari itu, buat perencanaan secara matang," tegasnya. Seperti, segera membuka UMKM-UMKM.

“Pemerintah harus berani mengundang investor yang sesuai dengan potensi-potensi yang ada di daerah,” tukasnya.

Baca juga: Tahun Depan Pegawai Honor Dihapus, Ledakan Pengangguran Hantui Aceh Singkil 

“Ada kerajinan sekarang ini di sejumlah desa, itu juga harus terus dikembangkan,” papar dia.

Lalu, lanjut T Sofianus, di Lhokseumawe adanya pusat perbankan, yakni Bank Indonesia dan juga para akademisi dari berbagai kampus.

"Lakukan diskusi secara rutin untuk bisa menggali potensi-potensi yang ada di Kota Lhokseumawe," sarannya.

Tentunya, lanjut T Sofianus, untuk menjalankan rencana-rencana itu, harus adanya dukungan dana.

"Sehingga kita harapkan, dalam pengannggaran tahun depan, lebih fokus dalam hal mengatasi pengangguran di Kota Lhokseumawe," pungkas T Sofianus.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved