Harga Sawit
Pemerintah Tetapkan Harga TBS untuk Juni Rp 1.764-Rp 2.566 per Kilogram
Sedangkan untuk tanaman kelapa sawit yang sudah berumur antara 10 - 20 tahun, harga beli TBS petaninya lebih mahal mencapai Rp 2.566/Kg, di atas harga
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto l Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir Cut Huzaimah MP menyatakan, pihaknya pada tanggal 7 Juni 2022 lalu, sudah menerbitkan harga tandan buah segar (TBS) Kelapa Sawit yang baru untuk pembelian TBS petani di wilayah pantai Timur -Utara maupun Barat Selatan Aceh, antara Rp 1.764 – Rp 2.566/Kg.
“ Jadi, jika ada PKS yang membeli TBS petani di bawah harga yang sudah ditetapkan tersebut, Kepala Dinas Perkebunan setempat, bisa menegur PKS yang membeli TBS petani di bawah harga TBS yang telah disepakati dan ditetapkan bersama, “ kata Cut Huzaimah kepada Serambi, Kamis (17/6) di Banda Aceh, ketika dimintai tanggapannya terkait PKS di Kota Subulussalam, masih membeli TBS petani setempat dengan harga Rp 1.500/Kg.
Cut Huzaimah menyebutkan, harga TBS petani yang kita tetapkan untuk bulan Juni 2022, bagi wilayah pesisir pantai Barat - Selatan Aceh, termasuk Kota Subulussalam, untuk sawit usia 3 tahun harga TBS Rp 1.765 /Kg, di atas penetapan harga TBS bulan Mei lalu hanya Rp 1.710/Kg. Sedangkan untuk tanaman sawit berumur 4 tahun , harga beli TBS petani Rp 2.083/Kg, juga diatas harga penetapan bulan Mei lalau 2.018/Kg.
Sedangkan untuk tanaman kelapa sawit yang sudah berumur antara 10 - 20 tahun, harga beli TBS petaninya lebih mahal mencapai Rp 2.566/Kg, di atas harga penetapan bulan Mei lalu Rp 2.485/Kg. Sementara harga CPO ditetapkan 12.441/Kg dan harga beli kernelnya Rp 8.228/Kg.
• Dua Truk Bermuatan Kayu dan Brondolan Sawit Terbalik di Jembatan Amblas di Banda Alam, Aceh Timur
Untuk penetapan harga TBS Petani Kelapa Sawit itu, kata Cut Huzaimah, melalui rapat terpadu, yang dihadiri oleh Tim Distanbun Aceh, Staf Ahli Distanbun Aceh, Tim Distanbun Kabupaten/Kota, Akademi Universitas Syiah Kuala, Pengurus Apkasindo Aceh, Apkasindo Kabupaten/Kota, Pengurus Gapki, PKS dan lainnya, pada minggu pertama setiap bulan di Kantor Distanbun Aceh.
“Sedangkan untuk anggota tim peserta rapat, yang tidak bisa hadir ke lokasi rapat, bisa mengikutinya secara online/daring,” kata Staf Pemasar Distanbun Aceh, Suhaimi.
Kadistanbun Aceh, Cut Huzaimah mengatakan, konflik masalah pembelian harga TBS, antara petani dengan PKS, sering kali terjadi di wilayah Kota Subulussalam, Aceh Singkil dan pesisir Barat - Selatan Aceh. Hal ini disebabkan, sejumlah PKS yang ada di daerah itu, sering membeli harga TBS petani di bawah harga yang sudah ditetapkan, dengan berbagai alasan.
• Ini Penyebab Harga TBS Kelapa Sawit Masih Anjlok, Tender CPO Gagal dan Tangki Timbun Penuh
Untuk Kota Subulussalam dan Aceh Singkil, kata staf pemasar Distanbun Aceh, Suhaimi, petani sawitnya sering kali membandingkan harga beli TBS di Sumut dengan di daerahnya. Harga beli TBS di Sumut saat ini paling rendah Rp 2.100/Kg, setelah Presiden Joko Widodo, mencabut larangan ekspor CPO ke luar negeri 23 Mei 2022 lalu.
Tapi anehnya, ungkap Suhaimi, di Kota Subulussalam dan Aceh Singkil, menurut informasi petani sawit setempat, PKS yang ada di sana membeli TBS petani sekitar Rp 1.500/Kg. Sehingga, sejumlah petani sawit di Kota Subulussalam, melakukan aksi pembakaran TBS di kebun, sebagai aksi protes kepada PKS yang membeli TBS sawitnya di bawah penetapan harga Pemerintah Aceh.
Bagi PKS yang belum mematuhi harga pembelian TBS petani yang telah disepakati dan ditetapkan bersama, kata Suhaimi, Kepala Distanbun daerah setempat, bisa memberikan teguran dan mempertanyakan kenapa PKS membeli TBS petani di bawah harga yang sudah disepakati dan ditetapkan bersama.
Dalam rapat koordinasi bulan Mei lalu, di Banda Aceh, sebelum pelarangan ekspor sementara CPO dicabut pemerintah pusat, kata Suhaimi, PKS sudah berjanji kepada Pemerintah Aceh, apabila pemerintah pusat mencabut larangan ekspor CPO, mereka akan kembali membeli TBS petani setempatnya sesuai harga yang telah ditetapkan Pemerintah Aceh.
Larangan ekspor CPO, ungkap Suhaimi, sudah dicabut Presiden Joko Widodo pada tanggal 23 Mei 2022 lalu, tapi kenapa sampai tanggal 15 Juni 2022 lalu, harga beli TBS petani di Kota Subulussalam dan sekitarnya masih rendah Rp 1.500/Kg, di bawah harga penetapan Pemerintah Aceh minimal Rp 1.700/Kg.
Alasan apa lagi yang akan disampaikan para pengusaha PKS di Kota Subulussalam, yang masih membeli TBS petaninya, di bawah harga yang sudah disepakati. Sedangkan PKS di wilayah pesisir pantai Timur- Utara Aceh, mulai dari Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara dan Bireuen, petani kelapa sawit setempat, tidak mengeluhkan harga beli TBS dari PKS.
Untuk wilayah pesisir pantai Timur dan Utara Aceh, sebut Kadistanbun Aceh, harga TBS sawit petaninya kita tetapkan untuk tanaman kelapa sawit yang masih berumur 3 tahun harga beli TBS Rp 1.797/Kg dan berumur 10 – 20 tahun 2.612/Kg.
“Sampai kini belum ada petani sawit yang mengeluh soal harga TBS yang dibeli PKS. Maka kita menyimpulkan semenatra, PKS di sana membeli TBS petaninya sesuai harga yang telah disepakati dan ditetapkan bersama,” ujar Cut Huzaimah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petani-bakar-buah-kelapa-sawit-di-subulussalam.jpg)