Breaking News:

Getah Pinus

Zamzam Mubarak, Sekjen Asosiasi Getah Pinus Pertanyakan Penanganan Getah Pinus Gayo

Secara normatif apa yang disampaikan sungguh benar dari mimbar khatib Jumat. Semangat khutbah yang membara dari Jenderal bintang dua ini seharusnya me

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Zamzam Mubarak mempertanyakan masih kecilnya pendapatan yang diterima oleh daerah, terutama dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil getah pinus. 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Akhir-akhir ini istilah "pungli" atau pungutan liar kembali berembus kencang di Aceh.

Saat menjadi khatib Jumat di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Sekretaris Tim Siber Pungli Pusat, Irjend. Pol DR. Agung Makbul SH. MH menyampaikan prihal pungli dan menyimpulkan pungli termasuk dalam 70 dosa besar.

Tokoh muda Gayo, Zamzam Mubarak mengaku tergugah dengan pernyataan Agung Makbul soal penanganan pungutan liar.

"Secara normatif apa yang disampaikan sungguh benar dari mimbar khatib Jumat. Semangat khutbah yang membara dari Jenderal bintang dua ini seharusnya menjadi motivasi para ulama Aceh untuk berperang melawan kezaliman karena pungutan liar," komentar Zamzam Mubarak, Jumat (17/6/2022) petang.

Ulee Lheu Telan Korban, Keuchik Dihukum sampai Pungli - LIVE UPDATE ACEH Kamis (9/6/2022)

Menurutnya persoalan pungli harus menjadi perhatian semua pihak.

"Dari publikasi di media, kita membaca bahwa, saat Pak Makbul hadir ke Aceh melakukan roadshow di sejumlah tempat, selalu bicara soal pungli. Apakah ini upaya serius menindak pungli atau hanya wacana semata," kata Zamzam.

Menurutnya, pernyataan soal pungli harus dilihat lebih dalam lagi, yakni seberapa banyak sudah pungli di Aceh yang berhasil ditangani dan ditindak oleh Tim Siber Pungli Pusat.

"Pertanyaan selanjutnya apakah Pak Makbul pernah mendengar dan membaca persoalan Getah Pinus Gayo? Hal ini perlu kami pertanyakan karena Polda Aceh sedang semangatnya membicarakan getah pinus ilegal dan telah bobolnya Pendapatan Asli Daerah dari Getah pinus," kata Zamzam yang juga Sekjen Asosiasi Getah Pinus Masyarakat Gayo (AGPMG).

Menurutnya, problematika getah pinus di Gayo telah dikaji oleh Asosisiasi Getah Pinus Masyarakat Gayo bahwa Intruksi Gubernur Aceh tentang moratorium penjualan getah Pinus adalah sumber bobolnya pendapatan daerah dan sumber potensi terjadinya Pungli secara besar besaran.

"Perkiraan minimal kerugian daerah 10 miliar pertahun dengan kondisi ini kami menilai aparat terkait tebang pilih menindak pelanggaran yang terjadi," kata Zamzam.

Ia mengatakan, persoalan yang bersumber dari Intruksi Gubernur tentang Getah Pinus tidak pernah menjadi perhatian serius Aparatur Hukum.

"Bagi kami semangat memberantas Pungli masih sebatas mimbar masjid dan mimbar kampus. Tim siber Pungli belum melakukan aksi apapun terkait bobolnya pendapatan daerah dari getah pinus," kata Zamzam.

Itulah kemudian mendorong Zamzam agar Irjend Agung Makbul memberi perhatian soal getah Pinus ini.

"Penangkapan hanya terjadi bagi masyarakat, sementara ada pabrik yang belum lengkap izin dibiarkan bebas beroperasi," ujar Zamzam.

Zamzam menyampaikan tiga kepala daerah yakni Aceh Tengah, Gayo Lues dan Bener Meriah telah merekomendasikan evaluasi instruksi Gubernur tentang penjualan getah pinus keluar Aceh, namun sampai detik Ini belum direspon Gubernur Aceh.

Zamzam bersama asosiasi kemudian meminta Menteri Dalam Negeri membatalkan Intruksi Gubernur tersebut karena telah menggangu pemulihan ekonomi daerah.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved