Breaking News:

Luar Negeri

59 Orang Tewas akibat Banjir di Bangladesh dan India, Jutaan Lainnya Kehilangan Tempat Tinggal

Sementara itu, rumah 2 juta orang lainnya terendam air banjir sejak Kamis, kata badan penanggulangan bencana India.

Editor: Faisal Zamzami
AFP
Personel tentara Bangladesh mengevakuasi orang-orang yang terkena dampak dari daerah banjir menyusul hujan monsun lebat di Sylhet pada 18 Juni 2022. 

SERAMBINEWS.COM - Sedikitnya 59 orang tewas saat banjir melanda India timur laut dan Bangladesh.

Banjir juga menyebabkan jutaan rumah terendam air, kata pihak berwenang pada Sabtu (18/6/2022).

Di negara bagian Assam, India, 18 orang tewas akibat banjir atau tanah longsor.

Sementara itu, rumah 2 juta orang lainnya terendam air banjir sejak Kamis, kata badan penanggulangan bencana India.

Polisi mengatakan, sambaran petir yang dipicu oleh badai telah menewaskan sedikitnya 21 orang di Bangladesh sejak Jumat sore.

Di antara mereka ada tiga anak berusia 12 hingga 14 tahun yang menjadi korban di kota pedesaan Nandail, kata kepala polisi setempat Mizanur Rahman.

Empat orang lainnya tewas ketika tanah longsor menghantam rumah mereka di lereng bukit di kota pelabuhan Chittagong, kata inspektur polisi Nurul Islam.

Kedua negara telah meminta militer untuk membantu mengatasi banjir yang parah, yang dapat memburuk karena hujan diperkirakan akan berlanjut selama akhir pekan.

Aliran Brahmaputra – salah satu sungai terbesar di Asia – menerjang tanggul lumpur hingga jebol, membanjiri 3.000 desa dan lahan pertanian di 28 dari 33 distrik di Assam.

"Kami memperkirakan hujan sedang hingga lebat di beberapa bagian Assam hingga Minggu," kata Sanjay O'Neil, seorang pejabat di stasiun meteorologi di Gauhati, ibu kota Assam, seperti dilansir The Guardian.

“Volume curah hujan belum pernah terjadi sebelumnya.”

Hampir 7.500 orang telah diselamatkan di Assam pada Sabtu sore, kata badan tanggap bencana.

Baca juga: 21 Orang Tewas Tersambar Petir, Badai dan Banjir Terjang India dan Bangladesh

Baca juga: Pasukan India Tembak Mati Dua Pejuang Kashmir, Satu Korban Menembak Mati Seorang Manajer Bank

Kepala menteri negara bagian, Himanta Biswa Sarma, mengatakan dia telah mengatakan kepada pejabat distrik untuk memberikan semua bantuan yang diperlukan kepada mereka yang terjebak dalam banjir.

Beberapa layanan kereta api dibatalkan di India di tengah hujan yang tak henti-hentinya selama lima hari terakhir.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved