Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Longsor di Ketol Aceh Tengah Makin Mendekati Badan Jalan Kabupaten, Ini Rekomendasi Dinas ESDM Aceh

Tepatnya di areal persawahan dan perkebunan tebu di Desa Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Sabtu (18/6/2022). 

Penulis: Herianto | Editor: Mursal Ismail

Mahdinur menjelaskan penyebab longsor itu karena batuan pada lokasi tanah longsor masih berumur kuarter/muda, yang berasal dari formasi Gunung Api Lampahan dengan satuan pasir dan tanah tuff.

Satuan pasir dan tanah tuff, tersebut belum terkompaksi (mengikat/keras jadi batu), sehingga masih dalam bentuk material lepas.

"Batuan yang masih dalam bentuk material lepas akan mudah mengalami pelapukan dan rentan terhadap tanah longsor, bila terdapat pada lereng yang terjal," jelas Mahdinur.

Faktor lain penyebab lainnya, lanjut Mahdinur, pergerakan tanah longsordiduga ada saluran air irigasi yang berada di pinggiran lintasan badan jalan kabupaten tersebut.

Kemungkinan bocor atau retak, sehingga menginfiltrasi pada lapisan tanah yang berupa material lepas.

Proses infiltrasi tersebut, menyebabkan terbentuknya zona jenuh air pada lapisan bantuan, sehingga berkurangnya gesekan antar butir pasir, menyebabkan erosi literal yang terlihat, terbawa material oleh air pada bagian bawah dan meningkatkan tekanan pori tanah yang mengganggu kestabilan lereng, hingga mempercepat terjadinya luasan tanah longsor.

Berdasarkan hasil peninjauan dan penyelidikan lokasi gerakan tanah di Gampong Pondok Balek Kecamatan Ketol tersebut, kata Kadis Dinas ESDM Aceh, Ir Mahdinur MM, kami merekomendasikan kepada Pemerintah Aceh Tengah, Camat dan Kepala Desa/Gampong setempat,  pertama menyerukan kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap pergerakan tanah longsor di lokasi dekat areal tanah longsor, terutama pada saat musim hujan.

Kedua, menghindari beraktivitas atau bermukim , mendirikan bangunan di sekitar area tanah longsor dan area prediksi pergerakan tanah longsor.

Ketiga melakukan pembatasan lalu lintas kenderaan bermotor berat, seperti truk angkut tanah dan alat berat, pada jalan Simpang Balek – Blang Mancung, untuk mengurangi pembebanan dan getaran pada lokasi dekat tanah longsor.

Keempat  memasang rambu-rambu bahaya tanah longsor di sekitar lokasi pergerakan tanah, agar masyarakat dapta lebih waspada, ketika melewati jalan Simpang Balek – Blang Mancung.

Kelima buat rencana pogram pemindahan saluran drainase irigasi yang berada di dekat areal prediksi pergerakan tanah longsor, dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan nyaman.

Selain itu, badan jalan masuk ke Gampong Pondok Balek, Kecamatan Ketol yang ada sekarang ini, perlu dibuat jalur badan jalan baru, yang letaknya jauh dari area perkiraan pergerakan tanah longsor

Usulan ini kami sampaikan karena lokasi jalur badan jalan kabupaten yang ada sekarang ini, lokasinya dekat sekali dengan, bukaan baru tanah longsor yang ada, jaraknya tinggal 28,4 meter lagi. Begitu juga dengan jaringan iriogasinya, perlu di pindah ke lokasi yang lebih aman dan nyaman dari ancaman pergerakan tanah longsor.

Saran ini kami sampaikan kepda Pemerintah Aceh Tengah, kata Mahdinur, kalau jalur jalan masuknya yang lama tidak dipindahkan dari sekarang, maka pada saat terjadi tanah longsor pada bagian badan jalan tersebut, untuk membangun badan jalan yang baru perlu waktu yang lama.

“ Hal itu akan mengikabtkan,  arus transportasi antar desa dan kecamatan bisa terputus dalam waktu yang terlalu lama.

Sayang masyarakat akan terisolasi dan terkurung dalam jangka waktu yang lama, akibat tanah longsor, jalur transportasi barang dan orang jadi terputus total nantinya, ” ujar Mahdinur. (*)         

     

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved