Breaking News:

Berita Bisnis

HIPMI Aceh Jadi Tim Penilai Pelayanan Investasi Daerah, Pelayanan Buruk DAU Terancam Ditunda

Jika dalam pelayanan investasi dinilai buruk, maka daerah tersebut terancam penundaan Dana Alokasi Umum (DAU). 

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
Dok Pribadi
Ketua HIPMI Aceh, Ridha Mafdhul 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kementerian Investasi Republik Indonesia menunjuk Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menjadi bagian dari penilai pelayanan investasi daerah.

Jika dalam pelayanan investasi dinilai buruk, maka daerah tersebut terancam penundaan Dana Alokasi Umum (DAU). 

Hal itu berlaku hingga ke Aceh, di mana Kementerian Investasi mempercayakan HIPMI Aceh menilai pelayanan investasi.

Dalam hal ini menilai kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh dan DPMPTSP seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Dalam penilaian ini, HIPMI kabupaten/kota di Aceh juga dilibatkan untuk menilai daerahnya masing-masing.

Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia mengatakan, poin-poin penting yang tercakup dalam nota kesepahaman tersebut, antara lain pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2020 tentang Pemberian Penghargaan dan/atau Pengenaan Sanksi kepada Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah, serta kolaborasi antara pengusaha besar dan pengusaha kecil. 

Baca juga: HIPMI Aceh Utara Temui Ketua DPRA, Dukungan Perbankan Masih Setengah Hati ke Pengusaha Lokal

Kementrian Investasi bertindak sebagai koordinator dalam melakukan penilaian kinerja PTSP dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Pemerintah Daerah serta kinerja PPB Kementerian/Lembaga.

Dalam hal ini, Kementrian Investasi akan melibatkan HIPMI sebagai tim penilai kinerja K/L dan daerah dalam memberikan pelayanan investasi

Bahlil menegaskan, jika ada pemerintah daerah yang tidak memberikan pelayanan investasi dengan baik, maka sanksi yang diberikan sampai dengan penundaan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk daerah tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved