Breaking News:

Kajian Islam

Manusia Ibarat Masuk ke Istana Raja, Diizinkan Ambil Harta Selama 6 Jam – Khutbah di Masjid HKL

Khatib Jumat adalah Tgk Muammar A Wahab dan Imam shalat Ustadz Muzirwan, Lc ME.

Editor: Syamsul Azman
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Khatib Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek adalah Tgk Muammar A Wahab dan Imam shalat Ustadz Muzirwan, Lc ME (24/6/2022) 

SERAMBINEWS.COM – Manusia hidup ibarat diizinkan masuk ke istana raja, diizinkan ambil apa saja di istana, namun dibatasi hanya enam jam sebelum semua yang telah diambil kembali ditarik kembali.

Enam jam tesebut ibarat 60 tahun hidup di dunia. Manusia bebas melakukan apapun di dunia, namun sewaktu-waktu semua akan kembali kepada Allah SWT.

Terkait mengenai manusia ibarat diizinkan masuk ke istana disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek (HKL) Banda Aceh (24/6/2022).

Khatib Jumat adalah Tgk Muammar A Wahab dan Imam shalat Ustadz Muzirwan, Lc ME.

Suasana shalat Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek (HKL) Banda Aceh (24/6/2022)
Suasana shalat Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek (HKL) Banda Aceh (24/6/2022) (SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN)

Manusia Banyak Tidak Sadar

Membuka khutbah Jumat, khatib mengatakan bahwa manusia banyak tidak sadar ketika diberikan nikmat kebahagiaan, ia lupa bahwa nikmat tersebut bisa dalam sekejab ditarik kembali oleh Allah SWT dan digantikan dengan kesusahan.

Banyak nikmat-nikmat yang telah diberikan Allah SWT namun tidak disadari oleh manusia, mereka mengira bahwa nikmat tersebut abadi, padahal semua nikmat hanya diberikan sementara.

Semua ada kadar dan waktunya, sebagaimana nikmat hidup, bisa kapan saja tanpa disangka-sangka dicabut Allah SWT dan digantikan dengan kematian.

“Baik disadari maupun tidak oleh manusia, ketika diberikan nikmat kebahagiaan, kebanyakan manusia lupa bahwa nikmat itu bisa saja dicabutkan dan digantikan dengan kesusahan,” kata khatib.

“Begitu pula dengan nikmat kehidupan, ketika diberikan nikmat kehidupan, manusia kebanyakan lupa, bahwa bisa saja sewaktu-waktu digantikan dengan kematian. Kebanyakan manusia lupa bahwa hidup di dunia ini tidaklah abadi. Allah SWT mengatakan dalam ayat Alquran bahwa kehidupan di dunia ini ibarat fatamorgana, ibarat bayangan,” tambah khatib.

Baca juga: Syariat Tidak Perlu Dianalisis, Dijalankan Karena Ada Kebaikan – Khutbah di Masjid HKL

Manusia kebanyak tidak mengerti dan tidak paham, betapa banyak manusia yang hidup lalu dimatikan Allah, karena tujuan utama hidup di dunia bukan untuk mencari kesenangan, melainkan untuk mendapatkan ketenangan.

“Manusia sulit mengerti, sulit memahami, sudah berapa banyak manusia hidup dan ditarik nyawanya oleh Allah, hidup di dunia ini bukan untuk mencari kesenangan tapi untuk mendapatkan ketenangan,” ucap khatib.

“Allah mengatakan dalam Alquran bahwa betapa banyak mereka hidup di dunia mengejar dunia, namun dunia tidak bisa dikejar bahkan tidak pernah di dapat,” tambah khatib.

Takdir Tak Bisa Dilawan

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved