Breaking News:

Selebriti

Ini Kata-kata Terakhir Rima Melati dengan Anak Sebelum Meninggal, Susul Frans Tumbuan

Meski berat, Aditya Tumbuan meminta sang ibu untuk pergi secara tenang dan mengikhlaskannya.

Editor: Nur Nihayati
Instagram via Tribunnews
Frans Tumbuan dan Rima Melati semasa hidup. 

"Kemungkinan besar hari Minggu di tanah kusir, belum tahu jamnya, mohon bersabar, nanti pasti ada informasi dari pihak keluarga," tambahnya.

Profil Rima Melati, Nama Diberikan Presiden Soekarno

Rima Melati lahir di Tondano, Sulawesi Utara, 22 Agustus 1939 dari keturunan Belanda dan Minahasa.

Nama Rima Melati sebenarnya merupakan pemberian Soekarno.

Nama aslinya adalah Marjolien Tambajong atau Lientje Tambajong.

Sekitar awal 1960-an Bung Karno suka mengganti nama orang yang dikenalnya, yang dirasa kebarat-baratan. 

Ibunya, Non Kawilarang adalah seorang perancang dan perintis dunia mode Indonesia.

Ketika di bangku SD Kebangkitan Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS), Rima Melati pernah satu kelas dengan mantan Presiden Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid.

Nama Rima Melati, diperoleh dari pemberian Presiden Soekarno.

Saat itu, sekitar awal 1960-an Bung Karno sering mengganti nama orang yang dirasa kebarat-baratan.

Nama Rima sebenarnya akan diberikan Lientje kepada anak yang sedang dikandungnya.

Pada saat itu Marjolien yang sedang mengandung anak kedua, ingin memberi nama Rima Melati kepada si anak jika perempuan.

Ia diilhami tokoh Rima the Bad Girl dalam film Green Mansions (1959) yang diperani Audrey Hepburn.

Sayang, janin itu meninggal sebelum dilahirkan.

Lientje yang terpukul, menceritakan peristiwa itu kepada Bung Karno, sekaligus mengutarakan keinginannya untuk mengambil alih nama Rima, dikombinasi dengan "Melati".

Rima Melati pernah meraih Piala Citra pada Festival Film Indonesia tahun 1973 kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Intan Berduri bersama Benyamin Sueb yang memperoleh penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam film yang sama.

Pada kesempatan lain Rima pernah juga dinominasikan untuk penghargaan Pemeran Pembantu Wanita terbaik di beberapa Festival Film Indonesia yaitu dalam film Kupu-Kupu Putih (1984), Tinggal Landas buat Kekasih (1985), Pondok Cinta (1986), Biarkan Bulan Itu (1987) dan Arini II (Biarkan Kereta Itu Lewat) (1989).

Selain itu. pada ajang Festival Film Asia Pasifik ke-50, Rima Melati meraih penghargaan Best Supporting Actress dalam film Ungu Violet.

Rima juga sempat aktif berperan dalam sinetron seperti Wulan (RCTI), Kabut Sutera Ungu (Indosiar), Nyonya Nyonya Sosialita/Laba-Laba Cinta (Indosiar) dan Candy (RCTI).

Selain itu, Rima Melati juga dikenal sebagai sutradara televisi yang salah satu karyanya adalah Api Cinta Antonio Blanco.

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Ucapan Terakhir Rima Melati dengan Anak Sebelum Meninggal, Susul Frans Tumbuan yang Lebih Dulu Wafat,

Berita terkait lainnya

Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved