Internasional
Arab Saudi Latih Pasukan Penjaga Perbatasan Anti-Perdagangan Manusia Dukungan PBB
Kerajaan Arab Saudi menggelar pelatihan selama dua hari untuk pasukan penjaga perbatasan untuk mencegah terjadinya perdagangan manusia.
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi menggelar pelatihan selama dua hari untuk pasukan penjaga perbatasan untuk mencegah terjadinya perdagangan manusia.
Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Arab Saudi bersama Organisasi Internasional PBB untuk Migrasi (IOM) ini menyelesaikan program pelatihan anti-perdagangan manusia selama dua hari.
Lebih dari 100 personel penjaga perbatasan Arab Saudi diberikan pelatihan oleh para ahli IOM.
Kemudian, dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan, Badan Pengungsi PBB (HRC), UNICEF, Kantor Hak Asasi Manusia PBB dan Komite Internasional Palang Merah.
Program tersebut mencakup tinjauan umum kerangka kerja nasional dan global untuk memerangi perdagangan manusia.
Termasuk diskusi tentang indikator perdagangan manusia, dan mekanisme rujukan nasional.
Baca juga: Pemuda Palestina Coba Panjat Pagar Perbatasan, Pasukan Israel Langsung Lepaskan Tembakan
Kemudian, pengelolaan perbatasan, perlindungan calon korban perdagangan manusia, anak-anak dalam migrasi campuran, dan praktik terbaik dalam pengelolaan perbatasan.
Sarah Altamimi, Wakil Presiden HRC untuk kerjasama internasional dan wakil ketua Komite Nasional untuk Memerangi Perdagangan Manusia, mengatakan program tersebut untuk memerangi perdagangan manusia.
Dia mengatakan itu menjadi salah satu komitmen yang dibuat di bawah rencana aksi nasional Kerajaan untuk memerangi perdagangan manusia.
Sehingga, akan dapat menguraikan strategi memerangi kejahatan dan memberikan dukungan kepada para korban.
Dia mengatakan Komisi HAM Arab Saudi terus bekerjasama melalui komite.
Terdiri dari beberapa entitas pemerintah, termasuk Kementerian Dalam Negeri.
Baca juga: Baku Tembak Pasukan Kurdi dan Turki Berkecamuk di Perbatasan, Sinyal Ankara Gelar Operasi Militer
Hal itu untuk memperkuat kotak peralatan anti-perdagangan orang yang juga melibatkan pelatihan spesialis.
Mohamed El Zarkani, Kepala Misi IOM di Bahrain mengatakan sebagai organisasi mitra, melihat ini sebagai contoh.
Dia memuji upaya memperkuat pasukan penjaga perbatasan dengan tujuan melindungi orang-orang yang rentan.
Termasuk kelompok terpinggirkan dan anak-anak yang berisiko sesuai dengan cara yang terbaik. praktik dan standar internasional.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pasukan-penjaga-perbatasan-Arab-Saudi.jpg)