Breaking News:

Berita Aceh Besar

Dosen Fakultas Pertanian USK Sosialisasi Budidaya Itik Petelur Organik di Gampong Lampuja

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) sosialisasi budidaya itik petelur di Gampong Lampuja, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar

Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) sosialisasi budidaya itik petelur organik di Gampong Lampuja, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Minggu (26/6/2022) 

Karena serapan pasar yang tinggi dalam bentuk karkas maupun telur.

Dari budidaya itik sebanyak 100 %, lebih kurang 73 % itik yang sustain untuk hidup.

Tingkat kehidupan sebanyak itu, jika dikelola dengan baik juga akan memberikan keuntungan.

Sayangnya, peternak hampir tidak pernah melakukan pencatatan.

Baca juga: Surya Paloh: Untuk Apa Pemilu? Lebih Baik Tidak Ada Pemilu Kalau

Padahal pencatatan dilakukan setidaknya untuk mengetahui jumlah dan biaya yang dikeluarkan untuk pakan, tenaga kerja, penyusutan kandang, dan sebagainya.

Budaya mencatat adalah sesuatu yang baik mulai dari hal kecil.

Penggunaan kandang yang baik, maksimal selama 5-6 tahun.  

Harga telur asin yang dijual di pasar Rp 3000,- jika beli di peternak langsung Rp 2500,-.

"Ditinjau dari sisi ekonomi, peternak itik lebih menjanjikan daripada peternak ayam,” ujarnya.

Kegiatan PKM ini dihadiri oleh para peternak itik petelur di Gampong Lampuja yang diikuti dengan antusias.

Sosialiasi ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya aktifitas dari Ibu-ibu.

Dengan harapan nantinya bisa meningkatkan pendapatan keluarga untuk pemberdayaan ekonomi, minimal produknya bisa untuk kebutuhan gizi keluarga. (*)

Baca juga: Kari Kambing Hingga Ayam dan Bebek Ruboeng Kala Khas Pidie Laris Manis

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved