Breaking News:

Sabang

Kakanwil Ditjen Bea Cukai Aceh: Majukan Sabang Harus dengan Produk Unik dan Tahan Lama

Safuadi mengatakan, Sabang pernah terkenal dengan sebuah produk makanannya. Setiap orang pulang dari wisata ke Sabang, selalu membawa pulang makanan t

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Kakanwil Ditjen Bea Cukai Aceh, Dr Safuadi mengatakan, volume ekspor komoditi turunan minyak kelapa sawit dari Aceh yang diekspor ke luar negeri melalui pelabuhan laut lokal di Aceh untuk periode Januari – Juni 2022, sudah mencapai 3.707 metrik ton dengan nilai 3,343 juta dollar AS, atau senilai Rp 46,8 miliar. 

Laporan Herianto l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kakanwil Ditjen Bea Cukai Aceh Dr Safuadi menyatakan untuk memajukan perekonomian masyarakat Sabang tidak cukup dengan mengandalkan industri pariwisatanya semata, tapi di sana perlu banyak produk unik unggul yang bisa tahan lama dan bernilai ekonomis.

“Produk unik unggul itu diproduksi dalam jumlah tertentu dengan berbagai model dan jenis, sehingga pembelinya tidak bosan dengan produk tersebut,” ujar Safuadi kepada Serambinews.com, Minggu (26/6/2022), ketika dimintai tanggapannya terkait kiat untuk memajukan Sabang sebagai daerah tujuan wisata lokal, nasional dan luar negeri.

Safuadi mengatakan, Sabang pernah terkenal dengan sebuah produk makanannya. Setiap orang pulang dari wisata ke Sabang, selalu membawa pulang makanan tersebut. Makanan itu, sekarang sudah banyak diproduksi di daratan Aceh, sehingga popularitasnya, menjadi makanan unik, sudah berkurang.

Ulang Tahun Kota Sabang ke-57, Ini 5 Rekomendasi Wisata Sabang yang Wajib Dikunjungi 

Sabang juga dulu pernah menjadi pusat belanja bunga kristal kaca dari Cina. Setelah di berbagai daerah memiliki produk yang sama, dengan harga yang kompetitif, produk bunga kristal dari kaca yang ada di Sabang, sudah kurang diminati konsumen di daratan.

Laut Sabang yang indah dan cukup menawan itu, kata Safuadi, memiliki potensi produksi ikan yang sangat banyak, bahan baku ikan yang cukup besar yang terdapat di laut Sabang dan Lautan Hindia itu, harusnya daerah ini dijadikan kawasan industri pengolahan ikan dan pengalengan ikan untuk pemenuhan kebutuhan pasar ekspor dan domestik.

Usia Status Pelabuhan Bebas Sabang sudah mencapai 22 tahun, kata Kakanwil Ditjen Bea Cukai Sabang itu, satu industri pengolahan dan pengalengan ikan tidak tumbuh di Kawasan Pelabuhan dan Perdagangan Bebas Sabang.

VIDEO Pagelaran Musik Angklung Pada HUT Ke-57 Kota Sabang Tingkatkan Kecintaan Anak Terhadap Seni

Untuk memajukan Kawasan Free Port dan Perdagangan Bebas Sabang, kata Safuadi, ada badan khususnya yaitu Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). Badan ini, harusnya membuat perencanaan pembangunan tahunan dan lima tahunannya yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat Sabang.

Anggaran yang diberikan pemerintah pusat untuk pengembangan Kawasan Pelabuhan dan Perdagangan Bebas Sabang, digunakan untuk pembangunan fisik pendukung pengembangan industri pariwisata dan perikanan, yang merupakan potensi ekonomi daerah yang sangat cocok untuk dikembangkan di Sabang.

Sabang, kata Safuadi, harus bisa menjadi penyuplai berbagai kebutuhan pokok untuk negara-negra terdekatnya, seperti Singapura, Arab Saudi, India, saat ini banyak butuh produk makanan, yang sementara ini pasokannya diandalkan dari Malaysia dan Thailand.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved