Inovasi Desa

Dirjen Bina Adwil Tekankan Peran Strategis Keuchik dalam Inovasi Berbasis Gampong

Acara bertajuk Bimbingan Teknis Nasional untuk Kepala Desa dan Ketua PKK Dalam Rangka Peningkatan Kapasitas SDM yang Maju dan Mandiri, ini dihadiri ol

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA menyebutkan bahwa gampong atau desa saat ini tidak sekedar menjadi mata rantai administrasi saja, namun harus mengambil peran sentral sebagai motor penggerak pembangunan, trantibumlinmas dan inovasi daerah. 

Laporan Fikar W.Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA menyebutkan bahwa gampong atau desa saat ini tidak sekedar menjadi mata rantai administrasi saja, namun harus mengambil peran sentral sebagai motor penggerak pembangunan, trantibumlinmas dan inovasi daerah.

Hal itu ia sampaikan saat memberi sambutan dalam acara Bimtek bagi para Keuchik atau sebutan Kepala Desa bagi Gampong beserta para kader-kader PKK, Selasa (28/6/2022).

Acara bertajuk Bimbingan Teknis Nasional untuk Kepala Desa dan Ketua PKK Dalam Rangka Peningkatan Kapasitas SDM yang Maju dan Mandiri, ini dihadiri oleh Para Camat dan Kepala Desa / Keuchik se-Kota Lhokseumawe, Aceh.

Acara ini diselenggarakan oleh Smart Gampong sebuah lembaga swadaya kemasyarakatan.

Safrizal mengatakan, perubahan dunia saat ini tidak terlepas dari tren transformasi digital yang begitu masif.

Cara-cara konvensional tidak bisa lagi sesuai dengan perkembangan zaman, kecuali terus melakukan inovasi tanpa henti.

Inovasi Kapolsek Syamtalira Bayu, Sepmor Bhabinkantimas Dijadikan Motor Vaksinasi Covid-19

Pergeseran tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, tidak semata di tingkat nasional maupun regional, namun juga telah menyentuh aras lokal, termasuk pemerintahan desa yang dalam istilah kekhususan Aceh disebut Gampong.

Disebutkan, berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, pelaksanaan pembangunan di Aceh berlandaskan pada kepemerintahan yang baik, yang berlaku secara menyeluruh baik provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, mukim sampai gampong.

"Oleh karena itu, inovasi diarahkan selain untuk mewujudkan akuntabilitas dan efektifitas dalam rangka penerapan good governance, turut menjadi upaya untuk mewujudkan pelayanan publik yang cheaper, faster and better," tegas Safrizal.

Kegiatan ini juga dihadiri narasumber dari Ditjen Bina Pemerintahan Desa, Kemendagri dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah, yang secara prinsip menjelaskan tugas dan fungsi pemerintahan Gampong.

"Perlu digarisbawahi, bahwanya kinerja pemerintah gampong serta inovasi yang bersifat bottom up sangat dipengaruhi oleh good will dan wawasan luas dari para Keuchik, sehingga perannya sangat strategis dalam menerjemahkan sintesis pola kepemimpinan yang relugius, responsif, kolaboratif dan melayani," pungkas Safrizal.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved