Breaking News:

Emirsyah Satar Jadi Tersangka Lagi, Diduga Bocorkan Rencana Pengadaan Pesawat Garuda

Terbaru, Kejagung menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar (ES) sebagai tersangka baru.

Editor: Faisal Zamzami
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menggunakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/8/2019). KPK resmi menahan Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedarjo terkait kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesian(Persero) Tbk. Tersangka Lagi, Emirsyah Satar Diduga Bocorkan Rencana Pengadaan Pesawat Garuda. 

SERAMBINEWS.COM - Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar (ES) sebagai tersangka baru kasus dugaan  korupsi pengadaan pesawat CRJ-1000 dan ATR 72-600 PT  Garuda Indonesia tahun 2011-2021.

Secara total, ada lima tersangka dalam perkara tersebut.

Terbaru, Kejagung menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk  Emirsyah Satar (ES) sebagai tersangka baru.

Adapun Emirsyah Satar menjabat sebagai Direktur Utama Garuda pada tahun 2005-2014.

Ia juga sebelumnya telah terbukti melakukan suap terkait pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia. Saat itu kasus tersebut ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Emirsyah kini tengah ditahan di Lapas Sukamiskin, Jawa Barat, karena terjerat kasus suap pengadaan mesin Rolls-Royce untuk pesawat Airbus milik Garuda Indonesia.

Baca juga: Negara Rugi Rp 8,8 Triliun Kasus Korupsi Garuda Indonesia

Bocorkan Rencana Pengadaan Pesawat Garuda

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mengungkap keterlibatan eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Emirsyah Satar dalam dugaan kasus korupsi pengadaan pesawat di perusahaan plat merah bidang penerbangan ini pada tahun 2011-2021.

Hal itu disampaikan Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI Ketut Sumedana kepada wartawan, Senin (27/6/2022).

Ketut Sumedana menyampaikan korupsi pengadaan pesawat Garuda Indonesia berawal dari bocoran rencana proyek itu yang dilakukan oleh Emirsyah Satar kepada tersangka Direktur PT Mugi Rekso Abadi bernama Soetikno Soedarjo.


"Tersangka ES membocorkan rencana pengadaan pesawat kepada tersangka SS dan hal ini bertentangan dengan Pedoman Pengadaan Armada (PPA) milik PT Garuda Indonesia," kata Ketut kepada wartawan, Senin (27/6/2022).

Dijelaskan Ketut, Emirsyah Satar bersama dengan dewan direksi berinisial HS dan Capt AW diduga memerintahkan tim pemilihan untuk membuat analisa dengan menambahkan sub kriteria.

Khusus, kata dia, dengan menggunakan pendekatan Nett Present Value (NPV) dengan tujuan agar Bombardier CRJ-1000 dan ATR 72-600 dimenangkan/ dipilih.

"Bahwa instruksi perubahan analisa yang diinstruksikan Tersangka kepada tim pemilihan adalah dengan menggunakan analisa yang dibuat oleh pihak manufaktur yang dikirim melalui Tersangka SS," jelas Ketut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved