Breaking News:

Kurban 2022

Hukum Kurban Bagi Orang Yang Sudah Meninggal dan Masih Hidup

Mengapa di namakan dengan hari raya akbar atau hari raya besar? Karena hari raya ini ada pengorbanan dengan mengalirkan darah qurban.

Editor: Syamsul Azman

Kurban 2022 adalah kerjasama Serambi on TV dengan Ikatan Sarjana Alumni Dayah, program khusus mengulas hal-hal berkaitan dengan ibadah kurban.

SERAMBINEWS.COM - Tidak lama lagi hari raya qurban akan tiba, ada keistimewaan dari penamaan hari raya Idul Adha ini di bandingkan dengan hari raya idul Fitri, yaitu hari raya idul adha ini dinamakan juga dengan hari raya akbar.

Mengapa di namakan dengan hari raya akbar atau hari raya besar? Karena hari raya ini ada pengorbanan dengan mengalirkan darah qurban.

Hendaklah kita yang punya kemudahan harta untuk berlomba-lomba berqurban, karena itu akan menjadi kendaraan buat kita di Yaumil Mahsyar nanti, di mana pada hari itu tidak ada lagi kenderaan dunia seperti yang ada sekarang ini. Sandal jepit yang putus pun tidak akan kita temukan di sana untuk kita sambung dan kita pakai.

Mari berqurban untuk atas nama diri kita, untuk ibu dan ayah kita, untuk istri dan anak-anak kita.

Setelah itu jija ada yg berkemudahan rezeki bantulah saudara-saudara kita berqurban atas namanya. Minta izinlah dulu padanya, karena tidak boleh berqurban untuk orang lain tanpa seizinnya.

Hal ini sebagaimana yang dikemukakan oleh mayoritas ulama, salah satunya imam As-syarbaini dalam Mughni Almuhtaj di tegaskan dalam juzu' 6, halaman 137:

Tidak boleh berqurban untuk orang lain tanpa seizinnya.

Terkadang ada niat kita baik tetapi tidak dibolehkan oleh hukum syariat , inilah contohnya yg telah kami sebutkan tadi.

Maka agar tidak sia-sia bantuan kita itu mintalah izin kepada orang lain tersebut.

Adapun ayah yang ingin menyembelih qurban untuk anak sendiri, kakek untuk cucunya itu di bolehkan dan tidak perlu utk meminta izinnya.

Ada pertanyaan bolehkah kita menyembelih qurban untuk orang yang sudah meninggal dunia? Jawabannya:
Menurut imam Al-Rafi'i dibolehkan karena itu sama halnya dengan menyumbang pahala.

Sedangkan pendapat yg kuat di dalam Madzhab Al-syafi'ie tidak boleh, bisa kita liat dalam kitab Mughni Almuhtaj juga:

Tidak ada qurban untuk mayat jika tidak ada wasiat.

Dari sini kita bisa memetik pelajaran bahwa jika kita belum mampu untuk berqurban sekarang berwasiatlah kepada anak-anak kita atau kerabat kita jika kita telah tiada nanti dan mereka punya kemampuan untuk berqurban untuk atas nama kita, kita tidak tau bahwa saja hari ini, besok , lusa, bulan depan atau kapan saja Allah SWT akan mencabut nyawa kita sedangkan amal ibadah yg lain masih minim sekali. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved