Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Warga Minta Jembatan & Meunasah Berawang Dewal Direhab, Hendra Budian: Jadi Prioritas Kita Bersama

Masyarakat dan Pemerintah Desa Berawang Dewal terus berupaya mencari solusi agar dua fasilitas umum tersebut dapat rehabilitasi segera.

Penulis: Romadani | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Meunasah dikhawatirkan ambruk akibat tanah longsor di Kampung Berawang Dewal, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah. Foto direkam, Minggu (26/6/2022). 

Laporan Romadani | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Warga Kampung Berawang Dewal, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah mengharapkan, jembatan putus dan meunasah yang terancam ambruk di desa mereka, secepatnya mendapat penanganan dan perbaikan dari pemerintah.

Masyarakat dan Pemerintah Desa Berawang Dewal terus berupaya mencari solusi agar dua fasilitas umum tersebut dapat rehabilitasi segera.

Reje Berawang Dewal, Yusrayuddin menjelaskan, pihaknya telah menemui sejumlah pejabat pemerintah daerah dan dinas terkait.

Yusrayuddin menyampaikan, pada November 2021 lalu, Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian mendatangi Kampung Berawang Dewal dalam agenda masa reses.

"Pak Hendra datang dalam reses, dia sudah ukur lokasi meunasah dan jembatan dengan harapan bisa terbantu," kata Yusra.

Reje Berawang Dewal menambahkan, dengan hadirnya Wakil Ketua DPRA reses di kampung tersebut, masyarakat mempunyai harapan akan dibangun dan diperbaiki sarana ibadah dan jembatan yang didambakan warga.

Baca juga: Jembatan Berawang Dewal Aceh Tengah Putus, Meunasah di Tebing Sungai Terancam Ambruk

"Kita juga sudah kirimkan proposal ke Wakil Ketua DPRA. Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya," terang dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian kepada Serambinews.com, Selasa (28/6/2022), mengatakan, pihaknya telah menerima dan mengusulkan terkait pembangunan jembatan dan meunasah di Kampung Berawang Dewal.

Namun, kewenangan provinsi terkait hal tersebut belum memenuhi kriteria untuk pembangunan meunasah.

Regulasi pemerintah, sebut Hendra Budian, adalah pembangunan tempat ibadah  setingkat masjid.

"Kita telah menerima usulan masyarakat, telah kita usulkan juga sesuai kewenangan DPRA," jelasnya.

Hendra Budian mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi jembatan dan meunasah tersebut.

Baca juga: Jembatan Berawang Dewal Putus Sudah 7 Bulan Tak Ada Perbaikan

 Oleh sebab itu, ia terus berupaya mencari solusi untuk meunasah dan jembatan Kampung Berawang Dewal.

"Sebelum musim hujan di akhir tahun, kita upayakan bersama-sama itu sudah diperbaiki dan dibangun agar tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan," ujar Hendra.

Politisi Golkar itu berharap, pemerintah kabupaten dan provinsi bekerja sama memperhatikan keadaan meunasah dan jembatan yang sehari-hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

"Ini menjadi perhatian kita bersama, saya sudah lihat keadaan meunasah dan jembatan,” beber dia.

“Jika hujan deras terjadi, bisa lebih parah lagi dan dikhawatirkan meunasahnya ambruk," papar Hendra Budian.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved