Breaking News:

Kurban 2022

Sejarah Kurban Nabi Ibrahim AS dan Keteguhan Hati Nabi Ismail AS

Allah mengingatkan kita tentang betapa besar rahmat-Nya kepada manusia dan dengan itu Allah telah perintahkan untuk mendirikan Shalat dan berqurban.

Editor: Syamsul Azman

SERAMBINEWS.COM - Melalui Q.S Al Kausar, Allah mengingatkan kita tentang betapa besar rahmat-Nya kepada manusia dan dengan itu Allah telah perintahkan untuk mendirikan Shalat dan berqurban.

Tujuannya adalah sebagai bentuk upaya kedekatan hamba dengan sang pencipta.

Alim-ulama, Tengku dan cerdik pandai, setiap idul Adha mengutip Qur'an surat Al Kausar sebagai pengantar dalam mengupas kebesaran sejarah qurban.

Upaya pengorbanan yang pernah dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS, dikala Allah telah perintahkan beliau untuk membenarkan mimpinya (yaitu berkurban) atas anak semata wayangnya Nabi Ismail AS.

Peristiwa itulah yang kemudian diperingati sebagai hari tasyrik, hari yang disebut dengan
Idul Adha, hal ini karena selalu identik dengan sebutan idul qurban, yang menjadi momentum penting mengenang kepribadian Nabiyullah Ibrahim AS.

Ketaatannya, keikhlasannya, kebenarannya dalam menjalankan perintah Allah, kepemurahannya dan ketulusannya serta kecintaan hatinya kepada Allah sang penguasa semesta.

Dalam beragam versi, kita ulas satu sudut pandang sejarah yang menceritakan tentang “protes” malaikat atas sebutan gelar "khalilullah" kepada Nabi Ibrahim.

"Idealnya para malaikatlah yang berhak mendapat gelar itu karena kami para malaikat rutin sembah sujud tanpa jenuh, berzikir dan menjalankan perintahMu tanpa bantahan komentar malaikat?.

Allah menanggapi pernyataan sikap malaikat tersebut, dengan menyuruh mereka untuk melakukan testemoni dan chek lapangan dengan menemui Ibrahim secara langsung.

Tidak berselang lama malaikatpun menemui Ibrahim di Mina, Mekkah Al-Mukarramah kota yang penuh berkah, ditengah ribuan domba yang lepas tanpa pengawalan, malaikatpun mendapatkan Ibrahim sedang khusyuk dan hanyut dalam zikir dan ibadahnya.

Malaikat yang telah menjelma berparas manusia miskin langsung mengucap salam sembari meminta domba kepada Nabiyullah Ibrahim AS. Ibrahim menjawab salam tamunya sekalian meminta tamunya ucapkan :

Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al-Hadid - 2)

Malaikat itupun mengucapkan kalimat tersebut dengan sempurna dan Ibrahim as langsung memberi sepertiga dari domba miliknya. Jika engkau ulang lagi kalimat diatas kata Ibrahim maka sepertiga kedua akan menjadi milikmu dan jika kali ketiga engkau masih mampu menyebut kalimat tadi maka semua domba miliku beralih kepemilikan menjadi hakmu wahai tamu Allah.

Malaikat tersebut mengulang hingga tiga kali ucapan yang sama dan sah lah semua domba menjadi haknya malaikat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved