Ibadah Haji 2022
Apakah Tradisi Titip Doa pada Orang yang Sedang Berhaji Dibolehkan? Begini Penjelasannya
Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia titip doa kepada seseorang yang akan pergi berhaji dan umrah....
SERAMBINEWS.COM - Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia titip doa kepada seseorang yang akan pergi berhaji dan umrah.
Sebagaimana diketahui, di Mekkah maupun Madinah terdapat tempat-tempat yang mustajab untuk berdoa.
Sebut saja Multazam, Arafah, Muzdalifah dan Mina, serta lainnya.
Lalu bagaimanakah hukumnya titip doa kepada seseorang yang berhaji menurut Islam? Apakah dibolehkan, atau justru dilarang?
Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr H Kholilurrohman MSI menyebut, tradisi atau kebiasaan titip doa kepada orang yang sedang berhaji itu diperbolehkan menurut hukum Islam.
Umumnya orang-orang yang akan menitipkan doa kepada jemaah haji tersebut akan menulis doanya masing-masing.
Dengan harapan pada saat jemaah haji berada di tempat-tempat mustajabah, nantinya doa tersebut akan dibacakan.
"Boleh sekali, jadi misalnya seseorang mau pergi haji. Mungkin ada bapak, ibu, atau keluarganya nulis doa."
"Nanti di tempat-tempat mustajabah, seperti Multazam, Arafah, Muzdalifah dan Mina itu (doa) dibacakan," kata Kholil dilansir tayangan Program OASE di kanal YouTube Tribunnews.com, Senin (4/7/2022).
Lebih lanjut Kholil mengungkapkan, titip doa tersebut merupakan hal yang wajar untuk dilakukan.
Pasalnya sebagai sesama muslim, memang sudah seharusnya untuk saling mendoakan.
Terlebih jika doa-doa tersebut dibacakan di tempat-tempat yang mustajabah di tanah suci.
"Itu (titip doa) wajar, kan sebaiknya sesama muslim saling mendoakan tanpa diketahui. Apalagi ini didoakan di tempat-tempat mustajabah," terang Kholil.
Kholil juga berpendapat jika titip doa ini bisa menjadi kontribusi atau timbal baik dari jemaah haji kepada orang-orang yang mendoakannya di tanah air.
"Dan itu bagus, sebagai kontribusi kita. Karena mereka sudah mendoakan kita di tanah suci agar bisa sehat pulang kembali ke tanah air dan mebawa Haji Mabrur. Timbal balik kita adalah mendoakan mereka dari tempat-tempat yang mustajabah," pungkasnya.
Waktu Wukuf Jatuh Hari Jumat, Ibadah Haji 2022 Merupakan Haji Akbar
Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, musim haji 2022 menjadi sangat istimewa.
Ini karena pelaksanaan wukuf, yang menjadi inti ibadah haji (pembeda haji dan umroh), yakni 9 Dzulhijjah, tahun ini jatuh tepat pada hari Jumat.
Sebagaimana diketahui, Jumat merupakan hari istimewa bagi umat Islam.
Karena wukuf tepat hari Jumat inilah, banyak yang mengatakan ibadah haji 2022 merupakan haji akbar.
Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Nasrullah Jasam mengatakan, jatuhnya puncak haji atau wukuf Arafah pada Hari Jumat, memang banyak dinantikan umat Islam yang melaksanakan ibadah haji.
"Menjadi istimewa karena hari Jumat itu sebagai Sayyidul Ayyam atau pemimpin hari-hari lainnya sehingga di situ banyak berkumpul kebaikan," katanya.
Pelaksana Seksi Bimbingan Ibadah (Bimbad) Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH), Prof Aswadi menyebut para ahli tafsir beda pendapat soal arti haji akbar.
Ada ulama yang menyebut haji akbar bila waktu wukuf (9 Dzulhijah) tepat di hari Jumat, tapi sebagian ulama menyebut haji akbar adalah bila hari Idul Adha (10 Dzulhijah) yang tepat hari Jumat.
"Yang menyatakan pas wukuf karena dalil al hajju arafah (haji adalah Arafah). Sementara yang menganggap saat Idul Adha karena di hari itu seluruh prosesi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) ada di dalamnya," kata Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya itu.
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Aji Bramastra)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Bolehkah Titip Doa pada Orang yang Sedang Berhaji? Ini Hukumnya Menurut Islam"