Geng Motor di Medan Lukai Seorang Ibu Hingga Mata Nyaris Buta, Korban Diserang saat Tawuran

Masna mengalami luka robek di dahi, hingga matanya nyaris dianggakat lantaran kulit dahinya mengelupas setelah dihantam batu oleh para pelaku.

Editor: Faisal Zamzami
TRIBUN MEDAN/EDWARD
Masna Korban Penyerangan yang dilakukan Geng Motor di Jalan Pabrik Tenun, Kota Medan, Selasa(5/7/2022). 

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Korban kekejaman geng motor terus berjatuhan.

Mekai kelompok pembuat onar itu telah dibasmi polisi, namun aksi mereka kekejaman mereka tidak pernah berhenti.

Kili ini aksi kebrutalan geng motor terjadi di Kota Medan.

Seorang wanita berusia 54 tahun bernama Masna menjadi korban kebiadaban geng motor.

Masna mengalami luka robek di dahi, hingga matanya nyaris dianggakat lantaran kulit dahinya mengelupas setelah dihantam batu oleh para pelaku.

Menurut keterangan Wawan, kerabat korban, aksi kebiadaban geng motor ini terjadi pada Senin (4/7/2022) sekira pukul 01.30 WIB.

Saat itu, Masna hendak membeli paket internet tak jauh dari rumahnya di Jalan Pabrik Tenun, Kecamatan Medan Petisah.

Ketika melangkah keluar rumah, Masnah melihat ada segerombolan kelompok pemuda, yang diketahui merupakan komplotan geng motor.

Baca juga: Tangan Pemuda di Bogor Putus Dibacok Geng Motor, Polisi Buru Pelaku

Komplotan geng motor ini datang dari dua arah.

Kelompok pertama datang dari simpang Jalan Sekip.

Sementara itu, kelompok lain datang dari arah simpang Jalan Ayahanda.

Ketika bertemu di tengah, mereka saling serang.

Nahas, Masnah yang saat itu tidak tahu menahu menjadi korban kebiadaban geng motor ini.

Wajah Masnah dihantam menggunakan batu, hingga mata kirinya terluka parah.

Saat kejadian, Masnah sempat dilarikan ke klinik terdekat.

Namun lantaran pihak klinik tidak sanggup mengobati Masnah, wanita paruh baya itu kemudian dibawa ke RSUD dr Pirngadi Medan

"Dokter menyarakan untuk pengakatan mata, tetapi keluarga sepakat hanya untuk dilakukan penjahitan di dahi saja, karena memikirkan efek samping kalau beliau melakukan pengakatan mata," kata Wawan.

Setelah menjalani jahitan di dahinya, Masnah pun saat ini masih terbaring lemah di ruang perawatan RSUD dr Pirngadi Medan.

"Harapannya kalau bisa geng motor ini bisa lekas ditangkap dan diberantas," kata Wawan.

Wawan mengatakan, bahwa dirinya dan warga lain sebenarnya resah dengan keberadaan geng motor ini. 

"Kami juga memohon bantuan dari pihak mana saja untuk turut membantu proses pemulihan beliau dan biaya rumah sakit," pungkasnya.

Terkait kasus ini, Tribun-medan.com masih berupaya mengonfirmasi masalah ini pada aparat kepolisian setempat.

Baca juga: Kejar Geng Motor yang Serang Warga, Anggota Polrestabes Makassar Alami Kecelakaan Tunggal

Geng Motor Ditangkap di Deliserdang

Sebelumnya, personel Polresta Deliserdang menangkap 9 anggota geng motor yang sempat membuat onar di sebuah kafe di Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Senin, (30/5/2022).

Miris, delapan orang di antaranya adalah anak usia di bawah umur yang masih duduk di bangku SMP dan SMA.

Mayoritas mereka berasal dari Kecamatan Lubukpakam dan satu lagi adalah anak Kecamatan Beringin.

Informasi yang dihimpun para tersangka yang diamankan ini tergabung dalam kelompok Geng motor Garuda Hitam (GH).

Seluruhnya sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pengrusakan.

Kasus pengrusakan itu dilaporkan oleh korban A Batubara yang merupakan pemilik usaha cafe.

Mereka dijerat dengan Pasal 170 ayat (1) Subsider Pasal 406 ayat (1) K.U.H.Pidana dengan ancaman penjara paling lama 5,5 tahun.

Seluruh tersangka sempat dihadirkan dalam konferensi pers yang dilakukan oleh Polresta.

Saat itu tampak wajah mereka dipakaikan topeng.

Satu di antara sosok yang paling kecil adalah HA yang masih berusia 14 tahun.

Remaja yang masih duduk di bangku kelas IX salah satu SMP Negeri di Lubukpakam ini mengaku tidak ikut-ikutan melakukan perusakan.

"Aku hanya ikut saja karena malam itu aku posisinya dibonceng kawan. Aku cita-citanya mau jadi polisi karena bapak kerjanya tukang bangunan. Awalnya cuma main di stadion (Baharoeddin Siregar di Lubukpakam) baru kemudian ke sana (ke Galang),"ucap HA.

Kapolresta Deliserdang, Kombes Irsan Sinuhaji didampingi Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, Kompol I Kadek Hery Cahyadi sempat menunjukkan barang bukti kejahatan para pelaku perusakan.

Saat itu tampak ditunjukkan celurit besar berukuran hampir 1 meter dan setengah meter. Kemudian ada juga pisau dan batu krikil besar.

Disebutkan Irsan kasus ini berawal ketika pada 22 Mei sempat terjadi perselisihan antara salah satu anggota GH dengan anggota Z (Zervanos/kelompok Geng Motor lain) di kawasan Galang.

Kemudian anggota GH tersebut melaporkan kepada temannya bahwa dirinya telah dipukuli.

Karena kondisi itu satu orang anggota yang berinisial MRA dan sekarang sedang DPO mengarahkan untuk melakukan aksi balas dendam.

"Disebutkanlah malam itu kalau malam Minggu depan kita balas dan turun. Dari situ kemudian berlanjut pada malam Minggu kemarin sekira pukul 22.00 WIB. Anak-anak GH berkumpul di pondok asam sekitar 100 orang dengan naik sepeda motor sekitar 50 unit membawa senjata seperti celurit dan klewang, balok kayu dan batu,"kata Irsan.

Karena mengetahui keberadaan tim Geng Motor Z ada di kawasan cafe yang ada di Galang mereka pun selanjutnya bergerak ke sana. Karena melihat jumlah grup GA sangat banyak kelompok Z pun kemudian kabur.

"Selanjutnya mereka ini melempari baru ke arah cafe serta memukul meja dengan kayu, Kelewang dan celurit. Karena sangat ramai baru datang anggota Polsek Galang. Saat itu ada dua orang yang kita amankan dan kemudian setelah dilakukan pengembangan dapat 7 orang lainnya. Ini masih ada DPO yang juga masih dikejar," kata Irsan.

Baca juga: Cemburu Buta, Istri Siram Kemaluan Suami Pakai Air Panas karena Mengigau Sebut Nama Wanita Lain

Baca juga: Rupiah Tembus Rp15.000 Per Dolar AS, Berpotensi Makin Melemah?

Baca juga: Hilang Kontak, Warga Gampong Indra Damai sampai Ular Biawak - LIVE UPDATE ACEH RABU (6/7/2022)

TribunMedan: Kota Medan Makin Tidak Aman, Geng Motor Lukai Seorang Ibu Hingga Mata Nyaris Diangkat

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved