Breaking News:

Internasional

Presiden Turki Akan Upayakan Kesepakatan Ekspor Gandum Ukraina ke Pasar Global

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan akan mengintensifkan negosiasi dengan Rusia dan Ukraina.

Editor: M Nur Pakar
AP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan akan mengintensifkan negosiasi dengan Rusia dan Ukraina.

Dia berharap dapat mencapai kesepakatan tentang rencana PBB untuk mengekspor gandum Ukraina ke pasar global.

Erdogan membuat komentar selama konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Italia Mario Draghi.

Turki bekerja sama dengan PBB, Ukraina, dan Rusia dalam sebuah rencana untuk memungkinkan jutaan ton biji-bijian Ukraina yang disimpan dalam silo untuk dikirim melalui koridor yang aman di Laut Hitam.

"Kami akan mengintensifkan pembicaraan kami seminggu atau 10 hari dan mencapai hasil," katanya kepada wartawan, seperti dilansir AFP, Rabu (6/7/2022).

Baca juga: Harga Emas Turun, Rusia Turunkan Pajak Ekspor Gandum, Indonesia Naikkan Kuota Ekspor Minyak Sawit

Ukraina menjadi salah satu pengekspor gandum, jagung, dan minyak bunga matahari terbesar di dunia.

Tetapi invasi Rusia menghentikan sebagian besar aliran itu, membahayakan pasokan makanan ke banyak negara berkembang, terutama di Afrika.

Pemerintah Ukraina mengutip blokade Angkatan Laut Rusia terhadap pelabuhan-pelabuhannya.

Sebaliknya, Rusia mengklaim ranjau laut Ukraina mencegah pergerakan ekspor pertanian yang aman.

Draghi memuji kemungkinan kesepakatan yang penting tidak hanya untuk mendapatkan gandum dan pupuk ke negara-negara miskin.

Tetapi akan mewakili kesepakatan pertama yang dicapai Ukraina dan Rusia tentang apapun selama perang, yang sekarang memasuki bulan kelima.

Baca juga: Rusia Akan Hentikan Ekspor Gandum, Dunia Bakal Dilanda Petakan Kelaparan

“Kesepakatan ini sangat penting juga dari sudut pandang yang lebih umum dalam upaya untuk mencapai perdamaian,” katanya.

Pekan lalu, Draghi mengatakan rencana PBB untuk mengekspor biji-bijian Ukraina melalui koridor laut yang aman dapat menghemat waktu berharga berminggu-minggu hingga sebulan.

Sehingga, silo dapat kosong sebelum panen musim gugur karena tidak akan memerlukan pembersihan ranjau di pelabuhan.

Dia mengatakan rencana tersebut membutuhkan persetujuan akhir dari Rusia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga sudah meminta kepada Presiden Rusi Vladimir Putin agar memberi jamainan keamanan ekspor biji-bijian Ukraina dari Laut Hitam.

Saat ini, Putin memberi jaminan, sehingga sudah ada satu kapal yang mengangkut biji-bijian keluar dari pelabuhan Laut Hitam.(*)

Baca juga: G7 Akan Terus Tekan Rusia, Moskow Lancarkan Perang Gandum

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved