Berita Nasional

Pangkoarmada RI Tinjau KRI Teuku Umar-385, Cek Operasi Rutin di Perairan Sabang

"Perairan Utara Sabang merupakan wilayah perbatasan laut dengan pulau-pulau kecil terluar (PPKT) yang merupakan garis depan pertahanan NKRI,” ujarnya.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
Dok Koarmada
Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya TNI Abdul Rasyid K melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Perairan Utara Aceh dan Sabang dengan menggunakan KAL Iboih dan KRI Teuku Umar-385, Senin (11/7/2022). 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya TNI Abdul Rasyid K melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Perairan Utara, Aceh dan Sabang dengan menggunakan KAL Iboih dan KRI Teuku Umar-385. Senin (11/7/2022).

Selama pelayaran dan onboard di KRI, Pangkoarmada RI didampingi Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut I (Danlantamal I) Belawan, Laksamana Pertama TNI Johanes Djanarko Wibowo, Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Pangkoarmada RI, Laksamana Pertama TNI Teguh Prasetya, dan Komandan Lanal Sabang Kolonel Laut (P) Ardhi Sunaryo. 

Menurut Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Abdul Rasyid K, inspeksi yang dilakukannya bertujuan untuk mengecek secara langsung kesiapsiagaan KRI unsur gelar dalam rangka melaksanakan operasi rutin di Perairan Aceh dan Sabang. 

"Perairan Utara Sabang merupakan wilayah perbatasan laut dengan pulau-pulau kecil terluar (PPKT) yang merupakan garis depan pertahanan NKRI,” terangnya.

“Kawasan tersebut memiliki potensi kerawanan dari segala bentuk dan jenis ancaman terhadap kedaulatan negara," kata Pangkoarmada RI, Laksamana Madya TNI Abdul Rasyid K dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Senin (11/7/2022).

Selain itu, sebutnya, salah satu pulau terdepan di wilayah tersebut yakni Pulau Rondo, merupakan salah satu check point untuk angkutan pelayaran internasional yang menjadikannya sebagai wilayah perairan sangat penting dan strategis bagi perekonomian internasional.

Baca juga: TNI AL Tangkap Kapal Ikan Asing di Perairan Lhokseumawe, Terdeteksi Sejak di Lepas Pantai Jambu Aye

"Sehingga dibutuhkan pengawasan terhadap kapal-kapal asing, baik militer maupun non-militer yang sedang melaksanakan pelayaran melintasi Selat Malaka atau yang berlayar menuju perairan pantai Barat Sumatera," terangnya.

Pangkoarmada RI menegaskan, bahwa Koarmada RI melalui Koarmada I, II dan III menggelar Operasi Laut sepanjang tahun dengan menghadirkan unsur KRI dan pesawat udara intai maritim dalam rangka menjaga kedaulatan negara dan menjamin keamanan laut di wilayah yurisdiksi nasional Indonesia. 

"TNI AL saat ini memiliki Koarmada RI dengan operasi yang dilaksanakan menyeluruh di seluruh wilayah yurisdiksi nasional," jelasnya.

Hal ini, tambahnya, bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan juga menguji kesiapsiagaan dengan kebijakan bahwa kesiapan itu adalah KRI yang siap tempur dan operasi.

Baca juga: Ditahan di Pelabuhan Krueng Geukueh, Personel TNI AL Masih Periksa 22 Nelayan Taiwan

"Setiap unsur TNI AL diperintahkan untuk menguji kesiapsiagaan unsur-unsur di bawah pembinaannya untuk melaksanakan latihan secara terpadu oleh unsur-unsur Kotama TNI Angkatan Laut sesuai dengan perintah pimpinan TNI AL, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono," demikian Pangkoarmada RI.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved