Breaking News:

Berita Jakarta

KPK Gagal Tangkap Bupati Mamberamo Tengah di Papua, Ancam Terbitkan DPO

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gagal menangkap Bupati Mamberamo Tengah, Provinsi Papua, Ricky Ham Pagawak

Editor: bakri
(KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)
Ali Fikri 

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) gagal menangkap Bupati Mamberamo Tengah, Provinsi Papua, Ricky Ham Pagawak.

Tersangka kasus dugaan suap serta gratifikasi berbagai proyek di Pemkab Mamberamo Tengah itu diduga kabur ke negara tetangga yakni Papua Nugini.

Mulanya, Ricky Ham Pagawak dipanggil tim penyidik ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (14/7/2022).

Namun, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Mamberamo Tengah itu mangkir tanpa memberikan argumentasi hukum yang sah.

Atas dasar itu, penyidik KPK menilai perbuatan Ricky Ham Pagawak merupakan bentuk perlawanan.

Kemudian, KPK berusaha menjemput paksa Ricky Ham Pagawak, tapi tim penyidik tak berhasil menemukan keberadaannya.

"Benar, KPK selanjutnya berupaya melakukan jemput paksa kepada tersangka dimaksud di wilayah Papua namun tidak menemukan keberadaan yang bersangkutan," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Sabtu (16/7/2022).

KPK mengimbau Ricky agar bersikap kooperatif mengikuti proses hukum yang berlaku dengan memenuhi panggilan tim penyidik.

Jika membandel, lembaga antirasuah tak segan-segan menerbitkan penetapan daftar pencarian orang (DPO).

Baca juga: Ketua Komisi III DPR Sebut Sidang Etik KPK Semestinya Tak Berhenti Meski Lili Mengundurkan Diri

Baca juga: Mundur dari KPK, Lili Pintauli Siregar Tidak Ucapkan Maaf

Ali turut meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan Ricky supaya bisa segera menginformasikan hal tersebut kepada KPK maupun kepolisian.

"Karena masyarakat juga tentu berharap pemberantasan korupsi dapat dilakukan secara efektif dan efisien dengan tetap menunjung tinggi azas keadilan," kata Ali.

Ia berharap Ricky bisa secepatnya ditangkap.

Hal ini demi memberikan kepastian hukum bagi Ricky.

" KPK mempersilakan tersangka untuk menyampaikan hak hukumnya di depan tim penyidik sehingga penanganan perkara ini dapat bisa segera diselesaikan," kata Ali.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved