Kamis, 16 April 2026

Internasional

Mantan Presiden Sri Lanka Sampaikan Pembelaan

Mantan Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, yang melarikan diri ke luar negeri untuk menghindari pemberontakan rakyat terhadap pemerintahnya

Editor: bakri
AFP
Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa menggunakan orang dalam untuk pelariannya meninggalkan Sri Lanka disaat masyaralat melakukan unjuk rasa. 

COLOMBO - Mantan Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, yang melarikan diri ke luar negeri untuk menghindari pemberontakan rakyat terhadap pemerintahnya, mengatakan, dia mengambil semua langkah yang mungkin untuk mencegah krisis ekonomi.

"Adalah keyakinan pribadi saya bahwa saya mengambil semua langkah yang mungkin untuk mengatasi krisis ini, termasuk mengundang anggota parlemen untuk membentuk pemerintah semua partai atau persatuan," kata Rajapaksa dalam surat pengunduran dirinya yang diterima parlemen pada Jumat (15/7/2022), sebagaimana dilansir Reuters.

Parlemen Sri Lanka bertemu pada Sabtu (16/7/2022) untuk memulai pemilihan presiden baru, ketika pengiriman bahan bakar tiba untuk memberikan bantuan kepada negara yang dilanda krisis itu.

Selama persidangan Dhammika Dasanayake, sekretaris jenderal parlemen Sri Lanka, secara resmi membacakan surat pengunduran diri Rajapaksa, yang isinya belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

Dalam suratnya, Rajapaksa mengatakan, krisis keuangan Sri Lanka berakar pada salah urus ekonomi selama bertahun-tahun sebelum kepresidenannya, bersama dengan pandemi Covid-19 yang secara drastis mengurangi kedatangan turis ke Sri Lanka dan pengiriman uang dari pekerja asing.

Baca juga: Gotabaya Rajapaksa Resmi Mundur, PM Ranil Wickremesinghe Dilantik Jadi Plt Presiden Sri Lanka

Baca juga: Pemilihan Presiden Baru Sri Lanka akan Digelar Rabu, PM Jadi Penjabat, Rajapaksa Lari ke Singapura

Presiden yang digulingkan itu sendiri terbang ke Maladewa dan kemudian ke Singapura, setelah ratusan ribu pengunjuk rasa antipemerintah turun ke jalan-jalan Colombo seminggu yang lalu dan menduduki kediaman dan kantor resminya.

Calon Pengganti

Parlemen selanjutnya akan bertemu pada Selasa (19/7/2022) guna menerima nominasi untuk jabatan presiden.

Pemungutan suara untuk memutuskan pemimpin negara itu akan berlangsung pada Rabu (20/7/2022).

Ranil Wickremesinghe, yang enam kali menjabat perdana menteri dan merupakan sekutu Rajapaksa yang merupakan satu-satunya wakil partainya di parlemen, telah dilantik sebagai penjabat presiden sampai saat itu.

Wickremesinghe juga terpilih sebagai calon presiden dari partai yang berkuasa pada Jumat (15/7/2022).

Hal ini memicu kekhawatiran kerusuhan lebih lanjut jika dia terpilih karena pengunjuk rasa juga menuntutnya dijatuhkan dari kekuasaan.

Calon presiden dari pihak oposisi adalah Sajith Premadasa, sedangkan calon kuda hitamnya adalah anggota parlemen senior partai berkuasa Dullas Alahapperuma.

Lebih dari 100 polisi dan personel keamanan dengan senapan serbu dikerahkan di jalan menuju parlemen pada Sabtu (16/7/2022).

Aparat menjaga barikade dan meriam air untuk mencegah kerusuhan.

Kolom pasukan juga keamanan berpatroli di jalan pendekatan lain ke parlemen, meskipun tidak ada tanda-tanda pengunjuk rasa. (kompas.com)

Baca juga: Presiden Sri Lanka Diusir Warga di Maladewa Karena Lindungi Penjahat, Kini Mendarat di Singapura

Baca juga: Menghindar dari Kemarahan Rakyat, Presiden Sri Lanka Lanjutkan Pelarian ke Singapura

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved