Breaking News:

Jurnalisme Warga

Pengalaman Unik Menjadi Panitia Kurban

Hari raya umat Islam Iduladha yang sering disebut Idul Qurban, memiliki keistimewaan tersendiri bagi seluruh umat Islam di dunia

Editor: bakri
Pengalaman Unik Menjadi Panitia Kurban
FOR SERAMBINEWS.COM
CHAIRUL BARIAH, Wakil Rektor II Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki), Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim, dan Anggota FAMe Chapter Bireuen, melaporkan dari Blang Bladeh, Bireuen

OLEH CHAIRUL BARIAH, Wakil Rektor II Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki), Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim, dan Anggota FAMe Chapter Bireuen, melaporkan dari Blang Bladeh, Bireuen

Hari raya umat Islam Iduladha yang sering disebut Idul Qurban, memiliki keistimewaan tersendiri bagi seluruh umat Islam di dunia.

Perayaan tahun ini terdapat perbedaan di beberapa daerah, tetapi tak mengurangi maknanya.

Menghargai perbedaan malah menjadi inti topik khutbah di beberapa tempat pelaksanaan shalat Iduladha, salah satunya di Masjid At-Taqwa Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Shalat Id di desa kami dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 Juli 2022, sama dengan pelaksanaan di Makkah.

Idul Qurban identik juga dengan menyembelih hewan untuk kurban, baik oleh perorangan maupun kelompok bagi yang mampu.

Biasanya untuk satu orang dapat menyembelih satu ekor kambing/kibas, sedangkan untuk satu ekor sapi dapat berkurban untuk tujuh orang, dengan mendapatkan sepertiga bagian untuk yang berkurban, sebagaimana disampaikan oleh Tgk Syakbi, salah seorang ustaz Pesantren Uniki Bireuen.

“Ini sesuai dengan ajaran Islam,” ujarnya.

Karyawan dan dosen Uniki ikut bagian dalam pelaksanaan kurban tahun ini dengan menabung setiap bulannya sampai nilainya mencukupi.

Ada juga sapi kurban dari Pembina Yayasan Kebangsaan, Bapak Dr Amiruddin Idris MSi.

Baca juga: Asyraf Aceh Salurkan Daging Kurban ke Sejumlah Gampong di Nagan Raya

Baca juga: Di Tengah Wabah PMK, Lembaga Amal Asal Prancis Salurkan 4.399 Paket Daging Kurban di Aceh Utara

Panitia pun dibentuk, personelnya termasuk dari kelompok yang berkurban, baik perempuan maupun laki-laki.

Hasil pengamatan saya di beberapa tempat di Bireuen belum ada saya temukan bahwa yang menjadi panitia kurban itu kaum perempuan, kecuali di kampus kami, Uniki.

Terkait hewan kurban, hal utama yang perlu diperhatikan untuk memenuhi syarat hewan kurban (dirangkum dari NU Online) yang pertama adalah hewan ternak (sapi, unta, dan kambing atau domba).

Kedua, usianya sudah memenuhi syariat seperti unta ± 5 tahun atau telah memasuki usia 6 tahun, sapi minimal 2 tahun atau telah memasuki usia 3 tahun, kambing/domba usia 1 tahun atau telah memasuki 2 tahun.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved