Breaking News:

Kupi Beungoh

ISLAM, Mengharamkan Pernikahan Beda Agama untuk Menjaga Aqidah dan Keturunan

Pernikahan beda agama akan mengakibatkan lahir anak yang tidak jelas dalam hal aqidah, begitu juga tidak jelas dalam hal perwalian dalam Islam

Editor: Amirullah
ist
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh 

“ Sampai di suatu tempat seperti tungku pembakaran. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan riuh. Ternyata di sana ada laki-laki dan perempuan telanjang. Tak berselang lama, datanglah lidah api dari bawah menuju mereka. Setelah lidah api itu mengenai mereka, mereka menjerit keras. Ketika pemandangan itu ditanyakan, dijelaskan bahwa sejumlah laki-laki dan perempuan telanjang itu adalah para pezina.” (HR. Al-Bukhari

Dalam hadis lain disebutkan:

“ Tiga (jenis manusia) yang tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat dan tidak pula Allah menyucikan mereka dan tidak memandang kepada mereka, sedang bagi mereka siksa yang pedih, yaitu: laki-laki tua yang suka berzina, seorang raja pendusta dan orang miskin yang sombong.” (HR. Muslim).

Baca juga: MENGAJAR Dengan Pendekatan Gaya Belajar Anak Didik,  Akan Lebih Menarik dan Efektif

Larangan Menikah Antara Muslim dengan Non Muslim

Allah subhanahu wa ta'ala melarang keras atau mengharamkan pernikahan laki-laki Muslim dengan perempuan non muslim, atau sebaliknya  Karena orang tua adalah pendidik pertama, rumah adalah sekolah pertama bagi anak, apa yang dilihat, didengar dan dilakukan orang tua semua menjadi pelajaran bagi anak dan akan diikuti tentunya sengaja atau tidak.

"Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah.  Orangtuanya yang menjadikannya ia Yahudi, Majusi atau Nasrani" (H.R. Muslim).

Oleh karena itu sangat penting diperhatikan bagi yang ingin menikah dalam memilih pasangan, bahwa orang tua sangat mempengaruhi perkembangan dan pendidikan anak terutama berkaitan dengan keimanan atau aqidah, akhlak,  ibadah  juga mu'amalah anak nantinya ketika besar.

Sebagaimana disebutkan dalam ayat Al Qur'an berikut ini:

Dan janganlah kalian nikahi perempuan-perempuan musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik walaupun dia mengagumkan bagi kalian. (QS. Al Baqarah: 221).

 Jadi, orang tua sangat berperan dalam membentuk aqidah anak sehingga anak menjadi muslim, muslimah atau menjadi kafir karenanya.

Baca juga: ISLAM Melarang SIKAP TENTATIF Terhadap Keyakinan Agama

Jika orang tua anak berbeda agama, maka di khawatirkan fitrah Islam, fitrah bertuhan kepada Allah SWT, fitrah bersih yang dibawa anak sejak lahir bisa hilang, bisa tercemar, bisa menjadikan anak itu tidak lagi menjadi seorang muslim, karena bingung harus mengikuti agama siapa diantara kedua orang tuanya.

Yang seharusnya orang tuanya dapat berusaha menjaga  fitrah anak tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam ayat  berikut ini:

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS. Ar-Rum:30)

Dengan pernikahan berbeda agama, akan menjadi masalah juga  dalam hal nasab dan perwalian.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved