Breaking News:

Berita Bireuen

Mobil Mewah Masuk Garasi Barang Bukti Kejari Bireuen, BB Lain Emas Batangan dan Uang Miliaran

Dua unit mobil kategori mewah, yaitu Fortuner warna hitam dan Honda Jazz warna kuning masuk garasi barang bukti Kejari Bireuen

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Mobil mewah perkara dugaan tindak pidana pencucian uang kasus narkoba diterima Kejari Bireuen, Selasa (19/7/2022). 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Dua unit mobil kategori mewah, yaitu Fortuner warna hitam dan Honda Jazz warna kuning masuk garasi barang bukti Kejari Bireuen.

Selain dua unit mobil mewah, barang bukti lainnya berupa emas batangan, gelang dan uang Rp 6,6 miliar kas penampung Kejari Bireuen dan sejumlah barang bukti lainnya.

Dua unit mobil mewah tersebut dan lainnya diterima Kejari Bireuen adalah pelimpahan barang bukti tahap II perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus narkotika dari BNN dan Kejaksaan Agung RI.

Kejari Bireuen, Mohamad Farid Rumdana SH MH dalam jumpa pers, menjelang magrib Selasa (19/07/2022) mengatakan, kedua mobil mewah dan lainnya adalah kasus TPPU dengan tersangka Nazar M Jafar alias M
Nazar alias Pak Cik.

Dia ditahan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Karawang, dalam perkara narkotika.

Penyerahan berlangsung secara teleconference bertempat di aula Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen, Selasa (19/07/2022) siang.

Baca juga: Polisi Tangkap 74 Pengedar Narkoba

Kajari Bireuen, Mohamad Farid Rumdana SH MH yang didampingi Kasie Intelijen Muliana SH dalam konferensi pers menjelaskan, kasus yang diterima Kejari Bireuen adalah tahap II kasus TPPU.

Dijelaskan, tim BNN RI bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung RI, mulai kemarin sudah turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi barang bukti telah disita.

Berupa enam unit rumah dan dua lahan kosong berada di daerah Banda Aceh.

Juga verifikasi barang bukti ke Aceh Utara berupa lahan.

“Mobil mewah Fortuner dan Honda Jazz, emas  batangan, gelang, sejumlah uang telah dikirim penyidik BNN ke rekening penampungan Kejari Bireuen, Rp 6.6 miliar, diduga dari TPPU dilakukan terdakwa M
Nazar," terangnya.

Kronologis kejadian perkara TPPU tersebut, jelas Kajari, telah ditemukan adanya aliran transaksional berupa aktivitas transaksi keuangan kepada rekening rekening terdakwa M Nazar, uang itu terkait dengan bisnis narkotika.

Baca juga: Gawat! Semua Kecamatan di Banda Aceh Nyaris Ada Pengedar Narkoba, 74 Pengedar Diringkus

Transaksi melibatkan pihak luar yaitu saksi dan sekarang dan sudah ada yang jadi tersangka dan saksi tersebut, berstatus sebagai terpidana juga.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved