Breaking News:

Berita Bireuen

Jaksa Tahan Dua Tersangka Kasus Penggelapan Dana PNPM Jeumpa

Kejari Bireuen menahan dua tersangka, FHB dan SM dalam kasus dugaan penggelapan dana simpan pinjam Kelompok Perempuan Program Nasional Pemberdayaan

Editor: bakri

BIREUEN - Kejari Bireuen menahan dua tersangka, FHB dan SM dalam kasus dugaan penggelapan dana simpan pinjam Kelompok Perempuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SPP- PNPM) Kecamatan Jeumpa, Selasa (19/7/2022).

Kajari Bireuen, Mohamad Farid Rumdana SH MH menjelaskan, EHB dan SM adalah ketua Kelompok Peminjam (KSP) pengendali semua kelompok dari Gampong Pulo Lawang, Kecamatan Jeumpa.

“Berdasarkan bukti permulaan yang cukup, kita tetapkan dua tersangka," ujar Kajari Bireuen, Mohamad Farid Rumdana dalam konferensi pers, Selasa (19/7/2022).

Kajari didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Muhammad Rhazi SH MH didampingi Kasi Intelijen, Muliana menjelaskan, akibat perbuatan EHB maka setiap kelompok tidak memenuhi kriteria diloloskan.

Sehingga, terjadi tunggakan hingga saat ini.

“Salah satu KSP yang diloloskan dengan tunggakan paling besar adalah kelompok yang diketuai oleh saudari SM.

Tunggakan itu merupakan kerugian keuangan negara karena dana SPP itu merupakan uang yang bersumber dari APBN,” jelas Kajari.

Baca juga: Setelah Geledah Kantor, Kejari Bireuen Periksa Saksi Kasus Dugaan Penggelapan Dana PNPM Jeumpa

Baca juga: Dugaan Korupsi PNPM Jeumpa Bireuen, Sebanyak 60 Orang Telah Diperiksa

Atas penetapan tersangka, berdasarkan surat perintah penahanan dari Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen (T-2) Nomor: Print-810/L.1.21/Fd.1/07/2022 dan Nomor: Print-811/L.1.21/Fd .1/07/2022 Masing-masing tertanggal 19 Juli 2022, maka kedua tersangka langsung dilakukan penahanan oleh tim penyidik Kejari Bireuen.

“Keduanya ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan kelas IIB Bireuen.

Kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1), pasal 3 dan Pasal 9 UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 KUHP,” ungkapnya.

Hasil penyidikan serta pemeriksaan dilakukan terhadap tersangka, penyidik berpendapat sudah terpenuhi syarat penahanan sebagaimana diatur dalam KUHAP.

Ialah perbuatan para tersangka diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun, serta dikhawatirkan tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana.

Kajari menyampaikan, sebelumnya penyidik Kejari Bireuen sudah berhasil menyelamatkan uang sebesar Rp 609.038.000, yang disita dari kelompok KSP yang macet.

Uangnya itu sudah dititipkan ke rekening penampung RPL 089 PDT Kejari Bireuen, nantinya akan diperhitung sebagai uang pengganti dalam perkara ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kejari Bireuen bersama tim Intelijen, Rabu (29/6/2022) menggeledah Kantor pengelola PNPM dan juga salah satu ruangan di Kantor Camat Jeumpa yang terkait dengan pengelolaan dana simpan pinjam.

Selain mencari dan mengamankan berbagai dokumen terkait dugaan tersebut, tim juga menyita uang simpan pinjam sebesar Rp 484 juta lebih. (yus)

Baca juga: Tim Pidsus Kejari Bireuen Geledah Kantor PNPM & Camat Jeumpa, Amankan Uang Rp 484 Juta, Ini Kasusnya

Baca juga: Dugaan Korupsi PNPM Jeumpa Bireuen, Sebanyak 60 Orang Telah Diperiksa

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved