Breaking News:

Opini

Menelisik Fenomena Gang Rape

AKSI gang rape atau pemerkosaan kelompok semakin marak terjadi di Indonesia. Komnas Perlindungan Anak menyebutkan bila kasus gang rape semakin banyak

Editor: bakri
Menelisik Fenomena Gang Rape
FOR SERAMBINEWS.COM
NUR AISYAH, Penggiat di Cahaya Setara Indonesia (CSI) dan pemerhati masalah sosial

OLEH NUR AISYAH, Penggiat di Cahaya Setara Indonesia (CSI) dan pemerhati masalah sosial

AKSI gang rape atau pemerkosaan kelompok semakin marak terjadi di Indonesia.

Komnas Perlindungan Anak menyebutkan bila kasus gang rape semakin banyak terjadi sejak 2015.

Pada tahun 2015, terdapat 44 kasus dengan 9 korban meninggal dunia; di tahun 2016, terdapat 82 kasus dengan 11 korban meninggal; dan pada 2017, terdapat 26 kasus dengan 3 korban meninggal.

Tindakan kekerasan ini juga terjadi di provinsi Aceh.

Kasus ini bukan fenomena baru, pada tahun 2021 saja misalnya, Komisi Perlindungan Anak Aceh (KPAA) mencatat ada tiga kasus gang rape yang terjadi, yaitu di kabupaten Bener Meriah pada Februari 2021, Langsa Maret 2021, dan di kabupaten Nagan Raya pada Desember 2021.

Pada tahun 2014, kasus yang serupa juga pernah terjadi.

Terjadinya perkosaan yang dilakukan beramairamai ini, tentunya, menimbulkan tanda tanya besar, mengapa kasus ini semakin sering terjadi.

Dari tinjauan ilmu psikologi sosial dan remaja, gang rape adalah bentuk kejahatan seksual terhadap satu korban di mana pelakunya berjumlah lebih dari satu atau banyak orang.

Menariknya, terdapat beberapa karakteristik khas dari tindakan pemerkosaan berkelompok ini, yang berbeda dengan pemerkosaan yang dilakukan oleh pelaku perseorangan.

Baca juga: Ayah Rudapaksa Anak Kandung, Pelaku Merasa Korban Mirip Istrinya

Baca juga: Dukun Cabul Rudapaksa Anak di Bawah Umur di Bandung, Polisi Amankan Jenglot, Diduga Ada Korban Lain

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved