Internasional
Pemerintah Irak Marah, Pasukan Turki Bantai Sembilan Warga Sipil dan Turis di Wilayah Kurdistan
Pemerintah Irak meluapkan kemarahannya atas serangan pasukan Turki di wilayah otonomi Kurdistan.
SERAMBINEWS.COM, BAGHDAD - Pemerintah Irak meluapkan kemarahannya atas serangan pasukan Turki di wilayah otonomi Kurdistan.
Serangan artileri itu menewaskan sembilan warga sipil dan turis pada Rabu (20/7/2022).
Para korban, dua di antaranya adalah anak-anak dan turis yang mengunjungi taman rekreasi di desa perbukitan Parakh di Distrik Zakho.
Serangan itu memicu teguran keras yang luar biasa dari Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhemi.
“Pasukan Turki telah melakukan sekali lagi pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Irak,” kata Kadhemi.
Dia mengutuk kerusakan yang ditimbulkan pada kehidupan dan keamanan warga Irak.
Dia mengatakan Irak mungkin akan membalas serangan Turki, seperti dilansir AP, Kamis (21/7/2022).
Baca juga: Turki Buru 33 Tersangka Teror di Swedia dan Finlandia, Minta Kedua Negara Itu Ekstradisi ke Ankara
"Irak berhak membalas setiap agresi dan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi rakyat kami," kata perdana menteri.
Dia mengirim delegasi ke daerah yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Fuad Hussein dan memerintahkan penyelidikan atas serangan itu.
Turki membantah bertanggung jawab dan menuduh media Irak lambat dalam membuat tuduhan.
Sedikitnya 23 orang lagi cedera dalam serangan itu dan dibawa ke Rumah Sakit Bidar di Provinsi Dohuk, kata TV pemerintah Irak.
Anak-anak termasuk di antara para korban, termasuk seorang anak berusia 1 tahun, kata Menteri Kesehatan Kurdi.
Dia menambahkan bahwa semua korban meninggal dunia sebelum mencapai rumah sakit.(*)
Baca juga: Perdana Menteri Irak Hanya Dapat Dukungan Seadanya dari Amerika Serikat, Bangun Demokrasi Saja
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pemerintah-Irak-Marah-ke-Turki.jpg)