Breaking News:

Luar Negeri

Perdana Menteri Italia Mario Draghi Mengundurkan Diri, Tetap Menjabat Sampai Ada Pemerintahan Baru

Perdana Menteri Italia Mario Draghi resmi mundur, dalam sebuah langkah yang akan meningkatkan prospek digelarnya pemilu cepat pada awal Oktober.

Editor: Faisal Zamzami
Mauro Scrobogna/LaPresse via AP
PM Italia, Mario Draghi mengundurkan diri usai mendapat mosi tak percaya dari partai koalisi pendukungnya. 

SERAMBINEWS.COM - Perdana Menteri Italia Mario Draghi resmi mundur, dalam sebuah langkah yang akan meningkatkan prospek digelarnya pemilu cepat pada awal Oktober.

Mantan kepala Bank Sentral Eropa itu mengumumkan keputusannya kepada Presiden Sergio Mattarella dalam pertemuan Kamis pagi (21/7/2022), menurut sebuah pernyataan kantor presiden Italia.

Pemerintahan Draghi akan tetap menjadi caretaker untuk menangani pemerintahan yang sedang berjalan.

Draghi resmi mundur setelah pemerintah koalisi runtuh, menjerumuskan negara itu ke dalam kekacauan politik dan memukul pasar keuangan.

Kantor Mattarella mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa presiden telah menerima pengunduran diri tersebut dan meminta Draghi tetap menjabat sebagai pelaksana tugas untuk sementara.

Pernyataan itu tidak mengatakan apa yang akan dilakukan Mattarella selanjutnya, sebagaimana dilansir Reuters.

Awal pekan ini, beberapa sumber politik mengatakan bahwa Mattarella kemungkinan akan mengadakan pemilihan awal pada Oktober.

Pemerintah koalisi runtuh pada Rabu ketika tiga mitra utama Draghi menolak mosi tidak percaya yang dia serukan untuk mencoba mengakhiri perpecahan dan memperbarui aliansi mereka yang retak.

Krisis politik yang terjadi di Italia telah mengguncang stabilitas negara tersebut selama beberapa bulan terakhir.

Draghi, mantan gubernur bank sentral yang dihormati, diangkat menjadi Perdana Menteri Italia pada Februari 2021.

Dia membantu membentuk tanggapan keras Eropa terhadap invasi Rusia ke Ukraina dan telah meningkatkan posisi Italia di pasar keuangan.

 
“Ini merupakan pukulan besar bagi kemampuan Italia untuk memberikan kebijakan dan reformasi dalam waktu dekat," kata Lorenzo Codogno, mantan pejabat senior Kementerian Keuangan Italia yang kini menjabat sebagai Kepala LC Macro Advisers.

“Akan ada penundaan dan gangguan dengan pemilihan awal, dan kemungkinan besar tidak ada anggaran pada akhir tahun,” sambung Codogno.

Runtuhnya pemerintahan Dragh

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved