Video
VIDEO Cuan dari Budidaya Teripang di Danau Anak Laut Aceh Singkil
Namun harganya sudah cukup mahal, setelah dikeringkan di pasaran berkisar Rp 700 ribu per kilo.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Yuhendra Saputra
Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Teripang atau timun laut berukuran kecil ternyata bisa dibesarkan di keramba di pinggir danau Anak Laut di kawasan Singkil Utara, Aceh Singkil.
Keramba tempat budidaya teripang pun cukup sederhana. Hanya berupa jaring ikan yang disangkutkan ke tiang kayu yang ditancapkan.
Selanjutnya teripang berukuran satu jengkal yang ditangkap di sekitar Anak Laut dimasukan ke dalam keramba.
Setelah enam bulan teripang sudah bisa dipanen dengan ukuran dua jengkal. Teripang ukuran tersebut masuk kategori kelas dua.
Namun harganya sudah cukup mahal, setelah dikeringkan di pasaran berkisar Rp 700 ribu per kilo.
Pembesaran teripang sama sekali tidak diberikan pakan. Sebab makanan sudah tersedia secara alami di danau Anak Laut.
Teripang banyak ditemukan di Danau Anak Laut, biasanya nelayan menangkapnya dengan cara menyelam pada malam hari ketika air sedang jernih.
Dengan pembesaran bisa dilakukan di keramba, nelayan tak perlu lagi repot menyelam malam-malam.
Tinggal mengumpulkan teripang kecil lalu dibesarkan di keramba.
Danau Anak Laut cocok untuk budidaya teripang karena airnya merupakan pencampuran air asin dan payau.
Teripang yang dipercaya dapat meningkatkan vitalitas oleh masyarakat lokal Aceh Singkil disebut kolong.
Di wilayah laut Aceh Singkil, teripang mudah ditemukan.
Habitat teripang tersebar luas di lingkungan laut di seluruh dunia, mulai dari zona pasang surut sampai laut dalam terutama di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Barat.(*)
Baca juga: Penjual di Pasar Aceh Shoping Center Lama Minta Dibangun Gedung Baru, Begini Tanggapan Pj Wali Kota
Baca juga: Kuasa Hukum Beberkan Daftar 15 Luka di Tubuh Jenazah Brigadir J, Siasat Beri Formalin Terbongkar