Breaking News:

Opini

Anak dalam Bayangan Medsos

ANTARA anak dan media sosial seperti ada hubungan yang susah untuk dipisahkan lagi

Editor: bakri
Anak dalam Bayangan Medsos
FOR SERAMBINEWS.COM
WINTAH, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar Meulaboh

Sesungguhnya bila diperhatikan lebih seksama “jam terbang” mengakses jaringan internet untuk anak-anak sangat tinggi.

Hampir waktunya pulang sekolah lebih banyak dihabiskan duduk di depan media sosial.

Sehingga pola pikir anak semakin terkotak dalam sebuah jaringan online khususnya media sosial.

Hal ini tentu akan mengganggu pikiran, perilaku bahkan kondisi fisik anak terutama kesehatan tubuh juga akan terganggu diakibatkan kurang ruang waktu untuk gerak.

Bayangan medsos Ketika media sosial menyajikan berita hoax, seolah-olah menjadi pembenaran sebagai rujukan baginya.

Saat ini banyak kalangan yang salut dan berharap akan adanya penangkal berita hoax di media sosial.

Media sosial untuk lebih menjunjung moralitas daripada sekadar kepentingan pasar.

Akan tetapi, tentu amat naif mengharapkan media online menjunjung moralitas dan harkat kemanusiaan.

Akibat yang ditimbulkan oleh berita-berita media sosial akan meracuni pikiran anak bahkan menjadi bayangbayang hantu yang mengerikan.

Dengan kata lain, media sosial tidak mempunyai tanggung jawab moral dan sosial.

Sehingga dampak itu harus ditanggung dan dirasakan oleh anak-anak.

Sering kali kebanyakan orang awam berasumsi bahwa kerusakan moralitas anak bangsa adalah tanggung jawab orang tua dan guru.

Tanpa disadari media sosial akan terus-menerus merasuk dalam memori yang membayang- bayangi perilaku anak.

Bayang-bayang ini tentu saja akan selalu mempengaruhi perilaku anak.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved