Breaking News:

Opini

Anak dalam Bayangan Medsos

ANTARA anak dan media sosial seperti ada hubungan yang susah untuk dipisahkan lagi

Editor: bakri
Anak dalam Bayangan Medsos
FOR SERAMBINEWS.COM
WINTAH, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar Meulaboh

Banyak ditemukan anak-anak yang berperilaku aneh akibat dari jejaring sosial.

Anak-anak yang mempunyai sifat dasar meniru akan cepat sekali memorinya merekam setiap berita di media sosial.

Adegan kekerasan, sadisme dan erotisme dalam film-film kartun pun sekarang penuh dengan adegan-adegan tersebut.

Ditambah lagi media sosial disertai youtube untuk orang dewasa yang justru dilihat dan diakses oleh anakanak yang sedang dalam kondisi waktu-waktu jam belajar.

Ketika hari libur sekolah yang seharusnya digunakan untuk rekreasi bersama keluarga justru anak enggan berlibur malahan mengakses jaringan internet dalam media sosial hampir 24 jam tidak ada limit waktunya.

Bahkan dalam tayangan media sosial tidak ada pembatas antara sajian yang bisa dikonsumsi anak-anak dan orang dewasa.

Hampir semua sajian berita media sosial berjalan serentak mulai politik, berita kriminal berdarahdarah, sinetron kekerasan, seks, intrik, mistis, amoral dan lain sebagainya.

Oleh karena itu tidak bisa dibayangkan jika anak-anak itu setiap hari harus menelan hal-hal tersebut dari media sosial yang jelas-jelas tidak untuk mereka tapi untuk orang dewasa.

Tentu saja anakanaklah yang akan menjadi korbannya.

Media sosial mempunyai pengaruh yang sangat kuat.

Dengan melihat, anak menjadi lebih percaya.

Apa yang tampak di jaringan sosial dianggap sebagai realitas bermakna.

Munculnya rasa takut terhadap anak merupakan contoh efek segera (emotional effect) akibat efek dari media sosial yang tidak bertanggung jawab.

Beberapa ahli menunjukkan adanya potensi imitasi atau peniruan sebagai efek segera yang sering muncul atas perilaku anak atas sajian berita media sosial.

Sedangkan efek jangka panjang adalah berupa habituation, yaitu anak menjadi terbiasa dengan iklim kekerasan dan kriminal.

Akibatnya anak menjadi tidak peka, permisif, dan toleran terhadap kekerasan itu sendiri.

Baca juga: Sindir Aksi Demo, 8 Bulan VS 10 Tahun Hingga Pemain Lama Viral di Medsos

Baca juga: Posting Foto Kurban di Medsos, Ini Kata Ketua IKADI Aceh

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved