Breaking News:

Harga TBS Sawit

Apkasindo Subulussalam Sebut Harga TBS Kelapa Sawit Saat Ini Harusnya Rp 2.450/Kg

Dengan di-nolkannya pajak ekspor oleh pemerintah seharusnya menaikkan harga CPO setara Rp3 juta per ton atau Rp3.000/kilogram CPO.

Penulis: Khalidin | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam Netap Ginting saat berada di kebun kelapa sawit petani 

Laporan Khalidin | Sublussalam

 SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Ketua Asosiasi petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam Netap Ginting menyatakan sejatinya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit milik petani saat ini bertengger di Rp 2.450 per kilogram.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Apkasindo Kota Subulussalam, Netap Ginting Senin (25/7/2022) terkait masih anjloknya harga TBS kelapa sawit di Indonesia termasuk Kota Subulussalam, Provinsi Aceh.

Apa yang disampaikan Netap Ginting terkait harga TBS kelapa sawit ini bukan tanpa dasar. Netap Ginting memiliki dasar mulai harga Crude Palm Oil/Minyak Sawit Mentah (CPO) hingga di nolkannya pajak ekspor oleh pemerintah.

Dikatakan, ada dua cara yang umum dalam menghitung nilai TBS kelapa sawit melalui konversi harga CPO ke TBS.

Selain itu, kata Netap Ginting dengan di-nolkannya pajak ekspor oleh pemerintah turut mendongkrak atau menaikkan harga CPO setara Rp3 jt per ton atau Rp3.000/kilogram CPO.

Netap Ginting pun menjelaskan cara mengkonversinya ke harga TBS di Indonesia. Disebutkan bahwa setiap kenaikan Rp1000/kilogram CPO, maka harga TBS akan naik Rp 333/kilogram (3000=>>Rp1000). 

Nah, menurut Netap Ginting bahwa harga TBS sebelum PE atau pajak ekspor di-nol kan adalah Rp1.450/kg (harga disbun red). 

Atas hal itu, lanjut Netap Ginting maka harga TBS kelapa sawit di Aceh saat ini seharusnya Rp1.450 + Rp 1000 = Rp2.450/kilogram.

“Tapi fakta di lapangan sampai sekarang harga TBS kelapa sawit di Kota Subulussalam, Aceh masih jauh yakni hanya Rp 1.100-Rp 1.250 itu pun di tingkat pabrik,” ujar Netap Ginting

Dia menambahkan cara lain yakni dengan cara menjumlahkan harga CPO sebelumnya ke kenaikan harga CPO. 

Berarti, terang Netap Ginting harga CPO sebelumnya Rp 9.000+3.000 = 12.000. “Lalu dikalikan 20 persen (anggap rendemen kita 20 % ). Berarti harga TBS kita di Aceh saat ini adalah Rp 2.400/ kilogram juga,” tegas Netap Ginting

Lantaran itu, Netap Ginting memastikan bahwa persoalan yang terjadi saat ini berada di perusahaan atau Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) yang belum berniat baik menyesuaikan harga.

Netap pun meminta pemerintah baik pusat maupun provinsi dan daerah segera bersikap agar perusahaan tidak mematok harga sesuka hati.(*)

Baca juga: Bank Sentral Arab Saudi Satukan Seluruh Bank, Cegah Penipuan Uang Nasabah Bank

Baca juga: Dampak Harga Sawit Murah, Pendapatan Ekonomi Masyarakat Aceh Singkil Alami Kemunduran

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved